Buka Jambore Kebangsaan dan Wirausaha, Mendagri Berharap Acara Bisa Digelar Tiap Tahun

Pemotongan tumpeng oleh Mendagri Tjahjo Kumolo, aktivis senior Kelompok Cipayung Akbar Tandjung, dan para pimpinan 15 OKP. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Cibodas, Sayangi.com– Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo membuka acara Jambore Kebangsaan dan Wirausaha di Bumi Perkemahan Mandalawangi, Cibodas, Rabu (25/10).

Dalam awal pidatonya, Tjahjo meminta maaf kepada seluruh peserta atas ketidakhadiran Presiden Joko Widodo yang sebelumnya dijadwalkan membuka acara ini.

Menurut Tjahjo, sejak kemarin dan hari ini Presiden Jokowi punya sejumlah kegiatan di Jakarta yang tak bisa ditinggalkan, sehingga tidak bisa membuka acara Jambore. Sebagai gantinya, Presiden akan mengundang pimpinan dari 15 OKP yang menggagas acara ini untuk bertemu di Istana.

Tjahjo menyatakan, pemerintah sangat mengapresiasi kegiatan yang dijadwalkan akan berlangsung selama lima hari ini. Apalagi, acara yang dihadiri 5.000 peserta ini digagas oleh organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan (OKP) dengan latar belakang yang beragam.

“Kita mampu hadapi tantangan di masa depan dengan cara berkarya. Acara ini datang dari organisasi yang terdiri dari beragam etnis, agama, ini adalah kebhinekaan. Ini adalah bukti bahwa mahasiswa Indonesia bisa bergandengan tangan dan bersaudara,” kata Tjahjo, dalam sambutannya saat membuka Jambore.

Ia berharap, acara yang baru pertama kali digelar ini dapat berlanjut di tahun-tahun selanjutnya. Karena menurutnya, acara jambore ini dapat meneguhkan wawasan kebangsaan, dan mencetak wirausahawan baru di Indonesia.

“Mudah-mudahan ini rutin diadakan tiap tahun, agar semangat gotong royong ini bisa tumbuh di kalangan pemuda. Seperti ucapan Bung Karno, setiap manusia harus punya imajinasi, dengan imajinasi kita akan punya konsepsi, dengan konsepsi itu akan punya cara untuk merealisakan konsepsi itu,” tuturnya.

Hal senada disampaikan aktivis senior Kelompok Cipayung, Akbar Tandjung. Menurut Akbar, acara semacam Jambore Kebangsaan dan Wirausaha adalah perwujudan dari cita-cita para pendiri kelompok Cipayung.

“Saya menyampaikan penghargaan dan terimakasih, cita-cita itu dilaksanakan oleh adik-adik hari ini. Pertemuan ini sudah kita gagas sejak lama,” kata Akbar, sebagai satu-satunya tokoh penandatangan Deklarasi Cipayung pada tahun 1972 yang masih hidup.

Hari ini, kata Akbar, pemuda dihadapkan dengan masa depan yang penuh dengan tantangan. Oleh karena itu, pemuda harus siap menghadapi segala tantangan dan perubahan yang ada.

“Kita hadapi masa depan dengan banyak perubahan dan tantangan. Perubahan ini dapat dilakukan secara berkala, demi Indonesia yang kita cita-citakan,” kata Akbar  disambut tepuk tangan para peserta.

Acara pembukaan Jambore Kebangsaan ini juga dihadiri Ketua Umum Perkumpulan Gerakan Kebangsaan Bursah Zarnubi, aktivis dan advokat Ari Yusuf Amir, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto, Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol Supratman, serta perangkat pemerintahan Kabupaten Cianjur.

Dalam pembukaan acara jambore tersebut juga pertunjukan seni tari, paduan suara, pemberian plakat kepada sejumlah tokoh yang hadir, serta pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh 15 Ketua Umum Organisasi Kemahasiswaan dan Pemuda, yang menginisiasi acara jambore ini.