Mendagri Tekankan Pemuda Harus Berperan Aktif Mengentaskan Empat Masalah Bangsa

Mendagrai Tjahjo Kumolo saat menghadiri acara Pembukaan Jambore Kebangsaan dan Wirausaha di Bumi Perkemahan Mandalawangi, Cibodas Jawa Barat, Rabu (25/10).

Cibodas, Sayangi.com – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo secara resmi membuka acara Jambore Kebangsaan dan Wirausaha. Acara yang dilaksanakan di Bumi Perkemahan Mandalawangi, Cibodas ini rencananya akan berlangsung selama lima hari.

Dalam upacara pembukaan, Tjahjo mengatakan ada empat masalah utama yang saat ini dihadapi bangsa Indonesia. Masalah tersebut adalah radikalisme, penyalahgunaan narkoba, korupsi dan ketimpangan sosial.

Sebagai agen perubahan, kata Tjahjo, mahasiswa dan pemuda memiliki peran penting dalam pemberantasan empat masalah tadi. Sebagai perkumpulan organisasi mahasiswa dan pemuda yang sangat besar, Tjahjo yakin kelompok Cipayung dapat membantu pemerintah mengentaskan masalah-masalah tadi.

“Kelompok Cipayung punya komitmen untuk memperbarui kondisi bangsa ini ke arah yang lebih baik lagi. Persoalan ketimpangan sosial inilah yang harus diperbarui pada saat ini,” ujar Tjahjo saat upacara pembukaan Jambore.

Tjahjo mengakui, masih banyak masalah sosial yang dihadapi bangsa ini. Bahkan untuk negara dengan garis laut yang cukup panjang di dunia, Indonesia masih terpaksa mengimpor garam.

“Kebutuhan sandang memang terpenuhi, entah itu sandang bekas atau sandang selundupan, tapi masalah papan belum dipunyai oleh sebagian warga Indonesia, untuk pangan kita garam masih impor. Ini tantangan, semua pihak baik pemuda dan pemerintah harus bergerak untuk menyelesaikan persoalan ini,” urainya.

Untuk masalah korupsi, kata Tjahjo, juga masih jadi perhatian seluruh pihak. Hal ini dapat terlihat, dari semakin seringnya para penegak hukum menangkap para pejabat yang terlibat korupsi.

“Korupsi terus meningkat. Semua kena OTT (Operasi Tangkap Tangan) KPK, Kejaksaan juga demikian, Polri dengan Dittipikor juga sering mengungkap kasus korupsi,” katanya.

Tjahjo juga mengungkapkan, bahwa kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia juga kian memprihatinkan. Ia berharap, generasi muda tidak lagi tergiur oleh kenikmatan semu narkoba.

“Masalah narkoba sudah menjadi masalah yang berstatus darurat nasional. Tiap hari ada 60 anak bangsa mati sia-sia karena jadi korban narkoba,” tuturnya.

Lebih jauh Tjahjo juga menekankan, bahwa ideologi Pancasila bagi bangsa Indonesia sudah final. Tidak ada tempat bagi individu atau kelompok yang hendak mengganti ideologi yang telah digagas para pendiri bangsa tersebut.

Ia mengaku tidak keberatan bila masyarakat ingin mendirikan perkumpulan atau organisasi. Namun Tjahjo menegaskan, tidak boleh ada organisasi di Indonesia yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur Pancasila.

“Indonesia tidak boleh ada ideologi lain selain Pancasila, karena NKRI sudah harga mati, ini tanggung jawab seluruh elemen untuk menjaganya. Kekuatan kita ada di kebhinnekaan ini. Saya yakin kelompok Cipayung dapat menegakkan demokrasi dengan dasar UUD 1945, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,” pungkasnya.

Seperti diketahui, acara pembukaan Jambore Kebangsaan ini juga turut dihadiri Ketua Umum Perkumpulan Gerakan Kebangsaan Bursah Zarnubi, Mantan Ketua DPR Akbar Tanjung, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto, Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol Supratman, serta perangkat pemerintahan Kabupaten Cianjur.