Di Acara Jambore, Ketua MPR: Ini Bentuk Persatuan Yang Ditunjukkan Pemuda

Ketua MPR Zulkifli Hasan menerima cindera mata dari panitia Jambore Kebangsaan dan Wirausaha di Bumi Perkemahan Mandalawangi Cibodas Jawa Barat, Rabu (25/10). (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Cibodas, Sayangi.com – Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menjadi salah satu narasumber dalam acara Jambore Kebangsaan dan Wirausaha, yang diselenggarakan di Bumi Perkemahan Mandalawangi. Dalam stadium general tersebut, Zulkifli mengapresiasi acara yang digagas oleh 15 Organisasi Kemahasiswaan dan Pemuda.

Menurutnya, acara jambore ini dapat terselenggara karena kesadaran akan kesatuan dari para pemuda Indonesia sudah kembali bangkit. Hal inilah yang dicita-citakan para pendiri bangsa sejak dahulu.

“Kita bisa hadir disini karena kita semua Indonesia, itulah yang telah menjadi dasar yang kokoh. Para pendiri negeri letakkan dasar yang kokoh, fondasi kuat,” ujar Zulkifli di aula utama Jambore, Selasa (25/10).

Pria yang karib disapa Zulhas ini juga menuturkan, setelah anak bangsa dapat bersatu, maka tugas selanjutnya adalah memajukan Indonesia. Untuk memajukan Indonesia, lanjutnya, diperlukan adanya ilmu yang mumpuni.

“Suatu bangsa bisa maju kalau punya ilmu. Tanpa ilmu negara nggak maju, rakyat nggak maju, pemudanya nggak maju,” tegasnya.

Modal lain yang harus dimiliki suatu negara untuk bisa maju menurut Zulhas, adalah rasa kepercayaan antar anak bangsa. Karena dengan adanya rasa kepercayaan, tidak akan ada kesalahpahaman yang justru berujung perpecahan.

“Antar Ormas pemuda saling percaya, antar rakyat harus percaya, bukan saling melaporkan dan menghujat dalam Medsos. Mesti ada trust, saya sampaikan media, kalau mahasiswa sampaikan aspirasi jangan ditahan. Itu bagian dari proses demokrasi, jangan matikan semangat anak muda kita,” urainya.

Selain antar individu, kata Zulhas, kepercayaan harus ditumbuhkan antar lembaga negara, antar pejabat dan rakyat. Dari kepercayaan itulah dirinya yakin bahwa akan lahir kebijakan yang berpihak pada rakyat.

“Antara rakyat pemerintah dengan aparat penegak hukum, mesti ada satu rasa trust. Dengan adanya trust sosial akan lahir kebijakan demi kepentingan bersama, bukan untuk kelompok, golongan dan diri sendiri,” katanya.

Ketua Umum PAN ini juga menyampaikan, bahwa saat ini tantangan pemuda semakin berat. Hal ini karena globalisasi, yang membuat dunia menjadi semakin sempit lingkupnya.

“Di zaman penuh kemajuan teknologi seperti saat ini, dunia sudah datar, nggak ada pesisir dan daratan dan pegunungan, semua sama. Nggak ada desa dan kota, semua orang bisa tahu. Karena itu zaman ini pemuda harus punya dasar yang kokoh, jadi bangga sama daerahnya, tapi juga harus mengerti sejarah perjuangan bangsa Indonesia,” ucapnya.

Lebih jauh Zulhas mengingatkan, pemuda harus mengubah paradigmanya, dari pencari kerja menjadi wirausahawan. Hal ini diyakini Zulhas dapat mempercepat kemajuan ekonomi Indonesia.

“Saudara-saudara harus mengerti bagaimana menjadi wirausahawan, punya jaringan internasional. Disanalah baru kokoh daerahnya, kuat bangsanya, tinggi daya saingnya, punya produktivitas dan inovasi. Itu adalah tujuan dari persatuan,” pungkasnya.