Mendag ke Peserta Jambore: Jadi Usahawan Sama Terhormatnya dengan Politisi

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menjadi narasumber di acara Jambore Kebangsaan dan Wirausaha di Bumi Perkemahan Mandalawangi, Cibodas, Rabu (25/10). (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Cibodas, Sayangi.com – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, acara Jambore Kebangsaan dan Wirausaha adalah sejarah baru yang ditorehkan mahasiswa dan pemuda Indonesia. Hal ini sekaligus mematahkan sikap skeptis dari beberapa pihak, terkait pemuda Indonesia yang sudah tidak peduli dengan keadaan bangsanya.

“Berani sekali pemuda Indonesia membuat kegiatan sebesar ini dengan nuansa kebangsaan yang kuat. Ini mematahkan anggapan skeptis, apakah generasi muda masih peduli dengan nasib bangsa? Semua ini terjawab hari ini,” ujar Enggartiasto di Bumi Perkemahan Mandalawangi, Cibodas,┬áRabu (25/10).

Enggartiasto berharap, kegiatan yang akan dilaksanakan selama lima hari ini dapat melahirkan wirausahawan muda di kemudian hari. Selain itu ia juga berharap, acara semacam ini dapat dilakukan di daerah-daerah lain di Indonesia.

“Saya harap pemuda dan mahasiswa tidak hanya berkumpul, berdiskusi, tapi kegiatan lain di cabang. Pengurus pusat dapat menurunkan semangat wirausaha ini ke tingkat cabang,” katanya.

Mantan anggota DPR RI tiga periode ini juga menuturkan, tidak selamanya aktivis harus berorientasi untuk terjun ke dunia politik. Karena menurutnya, menjadi wirausahawan juga adalah salah satu cara aktivis berkontribusi terhadap bangsa.

“Saya tidak menyalahkan apabila para aktivis ini orientasinya jadi politisi, itu wajar. Tapi jadi usahawan tidak kalah terhormatnya dalam kontribusi kita kepada negara,” tuturnya.

Namun Enggartiasto mengingatkan, para pemuda harus mengambil sikap, mengenai jalan apa yang akan ia tempuh untuk masa depannya. Jangan sampai karena bimbang, justru tidak satupun yang ditargetkan pemuda tercapai.

“Kalau dia mau semuanya maka tidak fokus dan akhirnya gagal semuanya. Jadi pengusaha jangan pernah berpikir saya nggak punya apa-apa, saya mulai usaha dengan modal kepercayaan,” terangnya.

Enggartiasto juga mengatakan, tidak ada batasan untuk memulai berwirausaha. Namun menurut pandangannya, yang saat ini memiliki peluang besar adalah usaha di bidang jual beli bahan pokok dan makanan.

“Usaha di bidang apa saja yang saudara bisa, bahan pokok dan makanan peluangnya besar. Presiden saat ini menaruh perhatian kepada pengusaha-pengusaha baru,” jelasnya.

Lebih jauh Enggartiasto menyarankan, bahwa sebaiknya ada badan usaha yang dibentuk oleh organisasi yang terlibat dalam jambore ini. Ia berjanji, akan membimbing langsung perusahaan tersebut.

“Akan lebih merekatkan bila ada usaha yang dikelola bersama-sama, saya akan bimbing. Tapi janji jangan ngemplang, kalau sampai ngemplang, sampai lubang kubur pun saya gali lagi,” tegasnya.