Kiat Sukses Pengusaha Daring di Acara Jambore: Harus Kreatif dan Pantang Menyerah

Kegiatan Success Story di Jambore Kebangsaan dan Wirausaha, Kamis (26/10). (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Cibodas, Sayangi.com – Para peserta Jambore Kebangsaan dan Wirausaha mendapat materi dari para pengusaha sukses tentang cara berbisnis berbasis daring yang sedang viral akhir-akhir ini. Diantara pembicara tersebut ialah, tim sosmed blibli.com Rizfi Juliansyah dan CEO opini.id Indra Bigwanto.

Di depan para hadirin, Rizfi Juliansyah mengatakan, bila pemuda dan mahasiswa hendak berbisnis daring, yang pertama harus diketahui adalah tipe sosial media yang hendak digunakan. Selain itu, yang harus dipikirkan ketika memulai bisnis daring ialah produk dan pangsa pasar dari produk yang hendak dijual.

“Saat ini semua brand punya sosmed, karena ini adalah media massa buat kita. Awalnya, kita harus tahu produk apa yang kita jual? Bikin goal seperti apa? Dengar kostumer kita pengen seperti apa?,” ujar Rifzi di Bumi Perkemahan Mandalawangi, Cibodas, Kamis (26/10).

Ia menyarankan, setiap pengusaha daring harus mengerti karakteristik dari setiap sosial media yang ada. Pasalnya, dalam dunia pemasaran online, setiap sosial media memiliki karakter dan fungsi yang berbeda.

“Jadikan facebook sebagai mall, karena kita hard sale disana, instagram kita jadikan sebagai manekin. Kalau instagram, kita nggak boleh foto jelek di instagram, harus bagus. Twitter kita jadikan costumer care, karena twitter lebih cepat karena real time,” urainya.

Lebih jauh Rifzi menuturkan, cara berpromosi di tiap-tiap media sosial itu berbeda. Selain itu, poin penting dari setiap pengusaha, terutama pengusaha daring adalah sisi kreatifitas.

“Tunjukin produk apa yang mau dijual. Kalau di Instagram, harus dicaption dan captionnya itu relate, facebook kita gunakan sebagai promosi event. Tapi semua perlu waktu, karena business get awareness dengan sosmed activity yang kita lakukan,” katanya.

Ditempat yang sama, CEO opini.id Indra Bigwanto mengakui, bisnis yang digelutinya sekarang sempat jatuh bangun beberapa kali. Tapi dengan semangat yang pantang menyerah, akhirnya perusahaan yang dipimpinnya bisa menjadi besar sekarang.

“Mulai 2010 kita buat web dengan pendalaman tulisan berita, tapi web kita nggak laku. Kami coba berubah kita bikin opini.id jilid 2 dengan option kolom tanya-jawab, ternyata kurang berhasil juga,” ujarnya.

Lalu ia melihat bahwa masyarakat Indonesia lebih suka melihat video. Oleh karena itu, ia membuat video yang berdampak langsung ke masyarakat.

“Pertama kami buat video, kami investigasi ke Jakarta Utara, nelayan disana terlihat mengambil ikan di sungai yang kotor. Lalu kemudian ikan yang tercemar limbah dan logam berat itu diolah menjadi siomay,” paparnya.

Lebih jauh Indra juga mengingatkan, bahwa pengemasan setiap produk itu juga dapat menentukan tingkat keberhasilannya. Oleh karena itu kreatifitas dan pengetahuan adalah modal bagi tiap pengusaha.

“Pengemasan itu penting, kalau video, dia akan ditayangkan dimana, formatnya seperti apa. Serta tiap pengusaha harus tidak mudah menyerah, kalau kami dulu menyerah kami selesai disitu,” pungkasnya.