Polri: Jambore Kebangsaan dan Wirausaha Merupakan Respon dari Kondisi Bangsa Terakhir

Kabaintelkam Polri Komjen Pol Lutfi Lubihanto. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Cibodas, Sayangi.com – Kapolri yang diwakili oleh Kabaintelkam Polri Komjen Pol Lutfi Lubihanto memberikan stadium general kepada ribuan peserta Jambore Kebangsaan dan Wirausaha. Saat pembukaan pidato, Lutfi meminta maaf karena Kapolri Jenderal Pol Muhammad Tito Karnavian dengan terpaksa tidak bisa hadir ke acara jambore.

Sebenarnya, kata Lutfi, Kapolri sangat ingin hadir untuk hadir dan bertatap muka dengan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam 15 organisasi ini. Menurutnya, Kapolri merupakan sosok jenderal yang humanis dan multi talenta.

“Beliau (Tito) ini sosok yang multitalenta, di STIK (Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian) Jakarta beliau ditetapkan sebagai guru besar, sebagai profesor. Karena semangatnya, beliau dapat meraih cita-cita tertinggi, dan sampai ke puncak karier tertinggi,” ujar Lutfi di Cibodas Jawa Barat, Kamis (26/10).

Kapolri, kata Lutfi, menyampaikan bahwa ia mengapresiasi kegiatan Jambore Kebangsaan dan Wirausaha. Jambore dengan tema kebangsaan ini adalah respon positif dari mahasiswa terhadap kondisi bangsa.

“Kegiatan jambore ini beliau sampaikan merupakan sebuah kegiatan yang sangat merespon situasi terakhir bangsa kita. Karena menghadirkan hampir seluruh organisasi kepemudaan dan mahasiswa. Ini luar biasa,” katanya.

Mantan Kapolda Jambi ini mengakui, memang masih banyak permasalahan yang harus dihadapi oleh bangsa ini, diantaranya ada masalah ideologi. Padahal sudah jelas, para pendiri bangsa sudah menetapkan dasar ideologi Indonesia hanya Pancasila.

“Kita dengar bangsa besar ini berkomitmen bersama memiliki ideologi Pancasila, kok masih dipersoalkan, dipertentangkan, ingin ganti ideologi yang sudah jadi komitmen bangsa. Pancasila sebagai salah satu pilar yang harus ditegakkan, disamping UUD 1945 yang juga harus kita harus tegakkan,” tegasnya.

Sebagai negara yang dihuni berbagai etnis, budaya, dan agama, Indonesia juga rentan terjadi konflik sosial, yang menimbulkan efek yang luar biasa. Disanalah Polri hadir untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat.

“Kita hadir di tengah masyarakat untuk selesaikan masalah yang ada. Terdapat persoalan yang memerlukan perhatian bersama, disinilah peran pemuda dan mahasiswa diperlukan,” tuturnya.

Jenderal bintang tiga kelahiran Bandung ini juga berpesan, agar para mahasiswa dan pemuda dapat berperan aktif dalam menjaga stabilitas keamanan. Apalagi tahun 2018 mendatang, Indonesia akan menghadapi gelaran Pilkada serentak di sekitar 181 lokasi.

“Daerah yang mengadakan Pilkada cukup besar, Polri dan TNI telah menghitung jumlah kekuatan yang ada. Perlu bantuan seluruh pihak untuk menjaganya, agar setiap waga masyarakat menikmati pesta politik,” katanya.

Lebih jauh Lutfi mengingatkan, para pemuda dan mahasiswa agar tidak tergiur untuk menyalahgunakan narkoba. Hal ini disampaikannya, karena pengguna narkoba di Indonesia mayoritas adalah pemuda.

“Jangan pernah coba narkoba, apalagi yang kita kenal sebagai sabu. Biasanya karena ada keinginan untuk mencoba dan mencoba lagi. Sabu ini biasanya dipakai sebagai doping, tapi akan terasa sangat lelah usai efek narkoba itu habis,” jelasnya.

Terakhir, Lutfi juga berharap para pemuda dapat lebih kritis dalam menerima segala informasi yang didapat. Hal ini disampaikannya karena isu hoax yang kadang beredar di masyarakat, memiliki efek yang luar biasa.

“Alat komunikasi yang sudah menjadi kebutuhan kita itu memiliki dampak positif dan negatif. Salah satu dampak negatifnya adalah informasi hoax. Untuk hoax dan hatespeech ini sudah ada aturan hukumnya di Polri,” pungkasnya.

General Stadium ini juga turut dihadiri oleh Ketua Dewan Pertimbangan Jambore Kebangsaan dan Wirausaha Bursah Zarnubi, Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol Supratman, Kapores Cianjur AKBP Arif Budiman, Dandim Cianjur Letkol CZI Hidayati, dan Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman.