Ilmuwan China Ingatkan Korea Utara Tentang Ancaman Bencana di Lokasi Uji Coba Nuklir

Foto BMKG
Foto BMKG

Beijing,Sayangi.comm- Ahli geologi China telah memperingatkan rekan-rekan mereka di Korea Utara tentang kemungkinan bencana dahsyat dari situs uji coba nuklir bawah tanah Korea Utara. Para ilmuwan China memberi penjelasan kepada para delegasi Korea Utara (Korut) yang berkunjung ke Beijing bahwa situs tes senjata nuklir bawah tanah di Punggye-ri di ambang bencana dahsyat.

Dilansir South China Morning Post, Jumat (27/10), Para ilmuwan dari Institut Geologi dan Geofisika Akademi Ilmu Pengetahuan itu khawatir negaranya akan terkena dampaknya. Karena situs nuklir tersebut hanya berjarak 80km dari perbatasan China. Delegasi Pyongyang menerima penjelasan tersebut saat berkunjung ke Beijing pada 20 September 2017 lalu.

Pengarahan itu mencakup serangkaian masalah. Ahli geologi senior China, Zhai Mingguo, mengatakan bahwa tes senjata nuklir Korut melampaui kekhawatiran pemerintah Beijing.

”Ini adalah masalah besar, masalah rumit yang membutuhkan banyak pendekatan sistematis. Pertemuan kita hanya merupakan bagian dari usaha,” kata Zhai.

Delegasi Korea Utara, yang dipimpin oleh Direktur Lembaga Penelitian Geologi di State Academy of Sciences Lee Doh-sik.

”Sik merupakan ahli geologi pemerintah tingkat tinggi di Korea Utara. Namun Lee Doh- sik tidak terlibat dalam program senjata nuklir,” ujar Profesor Peng Peng salah satu ahli geologi China yang bertemu dengan delegasi tersebut.

Menurut beberapa ilmuwan, suasana pertemuan itu sunyi namun ramah. Para ilmuwan Korea Utara tidak diizinkan untuk mengungkapkan isi diskusi itu karena melibatkan ”urusan diplomatik”.

Lee merupakan satu-satunya dari enam anggota tim delegasi Korea Utara yang diidentifikasi. Dia telah mengunjungi China beberapa kali sebelum pertemuan tersebut.

Selama 10 hari di China, delegasi Korea Utara juga mengunjungi tambang tembaga di Hebei dan Shanxi. Serta mengunjungi tambang lainnya yang dapat membantu Korea Utara melakukan survei mineral sendiri.

Lembaga geologi China telah memantau secara ketat dampak uji coba senjata nuklir Pyongyang di seluruh perbatasan. Uji coba senjata nuklir terbaru Korea Utara diperkirakan berdaya ledak antara 100 hingga 200 TNT. Ledakan ini akan lebih kuat dari semua ledakan nuklir Pyongyang sebelumnya.

Tes itu diikuti oleh banyak gempa bumi dan tanah longsor besar di lokasi uji coba. Kondisi ini menurut banyak ahli geologi membuat lokasi situs menjadi sangat tidak stabil.

Seorang peneliti dari Universitas Peking yang mempelajari risiko radioaktif dari program nuklir Korea Utara mengatakan bahwa China tidak dapat lagi mentoleransi ledakan berbahaya seperti itu.

Pemerintah China tidak bisa duduk dan menunggu sampai situs tersebut meledak. Instrumen kami dapat mendeteksi kejatuhan nuklir saat tiba, namun akan terlambat saat itu.

Akan ada rasa panik  dan kemarahan publik terhadap pemerintah karena tidak mengambil tindakan,” kata peneliti yang berbicara dalam kondisi anonim terkait masalah yang sensitif ini.

”Mungkin orang Korea Utara sendiri telah menyadari bahwa situs tersebut tidak bisa untuk melakukan hantaman lain. Jika mereka masih ingin melakukannya, mereka harus melakukannya di tempat lain,” ujarnya.

Jika Korea Utara melakukan tindak lanjut dan melakukan uji coba di laut dalam suasana terbuka, hal itu dapat menimbulkan ancaman global.

Lan Xiaoqing, seorang peneliti asosiasi di Center for Monsoon System Research di Institute of Atmospheric Physics di Beijing, mengatakan ledakan dahsyat, seperti letusan gunung berapi. Ledakan ini bisa mengeluarkan polutan ke stratosfer. ”Kejatuhannya bisa menyebar ke seluruh belahan bumi,” tuturnya.