Sepeda Motor Listrik Viar Yang Memikat Anies Baswedan dan Ignatius Jonan

Menteri ESDM Ignasius Jonan (kiri) dan Wakil Menteri Arcandra Tahar (kanan) saat mencoba sepeda motor listrik Viar Q1, di halaman Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (30/10).

Jakarta, Sayangi.Com– Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menteri ESDM Ignatius Jonan langsung terpikat setelah melihat dan mencoba sepeda motor listrik “Viar Q1” dengan teknologi baterai dan penggerak motor dari Bosch, yang diproduksi PT Triangle Motorindo, Semarang.

Anies Baswedan mengaku tertarik memiliki sepeda motor listrik tersebut, setelah ia melakukan test ride di halaman Balai Kota Jakarta, pada Sabtu (28/10) lalu.

“Gak ada suaranya, tarikannya juga kuat. Tadi saya sudah tanya showroom-nya di Jakarta di mana, mau lihat-lihat,” kata Anies, kepada wartawan.

Selain tertarik membeli untuk pribadi, Anies mengatakan ada potensi ke arah kerja sama antara Pemda DKI Jakarta dengan produsen sepeda motor listrik di Tanah Air, karena jenis kendaraan ini rendah emisi sehingga bisa mengurangi polusi udara di Jakarta.

“Kita ingin polusi di Jakarta sedikit demi sedikit dikurangi dan salah satu sumber polusi adalah residu kendaraan bermotor. Jadi makin banyak yang menggunakan kendaraan listrik, akan sehat untuk Jakarta,” kata Anies.

Anies Baswedan mencoba sepeda motor listrik Viar di halaman Balai Kota Jakarta, Sabtu (28/10)

Anies menyebut salah satu tantangan kendaraan listrik selama ini adalah stasiun pengisian listrik. Jika itu bisa diatasi, katanya, dapat mempermudah pemilik kendaraan untuk mengisi ulang baterai.

“Saya dengar dari General Manager PLN DKI, sudah ada 500 lebih titik pengisian listrik. Dengan fasilitas yang banyak untuk mengisi baterai listrik, Insya Allah akan mempermudah pengguna kendaraan listrik,” kata Anies.

Jonan Membeli Untuk Putrinya

Menteri ESDM Ignatius Jonan juga terpikat dengan motor listrik Viar Q1, dan langsung membeli satu unit seharga Rp16,7 juta.

Cerita Jonan membeli sepeda motor listrik tersebut cukup menarik, diawali pertemuan dirinya dengan seorang mantan stafnya saat dulu menjadi Dirut PT Kereta Api Indonesia.

Jonan bercerita, mantan stafnya di PT KAI datang menemuinya pada Sabtu (28/10) siang lalu dengan menggunakan sepeda motor listrik Viar. Jonan tertarik untuk mencoba, namun karena cuaca hujan, saat itu ia tidak dapat melakukan test ride.

Penasaran, Jonan menghubungi staf tersebut untuk bertemu kembali pada Sabtu malam untuk mencoba motor listrik itu. Dan usai mencoba, Jonan memutuskan membeli satu unit untuk diberikan kepada putrinya, Monica Jonan.

Pada hari Minggu pagi, esok harinya, sepeda motor listrik yang mampu melaju dengan kecepatan hingga 60 kilometer per jam, dengan jarak tempuh sekitar 70 km untuk sekali pengisian baterai itu, tiba di kediaman Jonan.

Menteri ESDM Ignatius Jonan di depan kediamannya, Minggu (29/10), usai menerima sepeda motor listrik Viar Q1 yang ia beli untuk putrinya/ Foto: Antara

Jonan mengatakan tertarik membeli sepeda motor listrik sebagai upaya mendorong program kendaraan listrik nasional.

“Sesuai arahan Presiden Jokowi, Indonesia harus segera mengadopsi kehadiran kendaraan listrik untuk menciptakan lingkungan hidup yang lebih baik, kemandirian energi, serta penghematan devisa negara,” kata Jonan.

Pada Senin (30/10) kemarin, Jonan juga memberi kesempatan kepada manajemen PT Triangle Motorindo selaku produsen motor listrik Viar Q1 untuk mempromosikan produknya di kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta Pusat.

Di hadapan sejumlah wartawan dan staf Kementerian ESDM, Ignatius Jonan dan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mencoba motor listrik Viar Q1 yang dihadirkan dengan varian warna merah, putih, dan abu-abu.

Jonan memilih menggunakan ‘Viar Q1’ warna merah sedangkan Arcandra menggunakan warna putih. Keduanya mengendarai motor tersebut mengelilingi halaman Kementerian ESDM.

Pujian diberikan Jonan usai mencoba motor tersebut. “Ini produk baru, saya kira akan menjadi tren baru yang meningkatkan minat masyarakat untuk mengunakan sepeda motor listrik,” kata Jonan.

Menurut Jonan, dengan kemampuan jelajah Viar Q1 sejauh 60 sampai 70 kilometer jika baterai terisi penuh, sudah lumayan jauh jika digunakan di Jakarta. Daya listrik yang dibutuhkan setara 1,6 Kwh dan harga per Kwh Rp1.400, maka diperlukan biaya sekitar Rp2.500.

Menurut Jonan, jika motor biasa menggunakan bahan bakar RON88, jarak 60 Km perlu sekitar Rp10 ribu. Maka, dengan motor listrik bisa menghemat rata-rata Rp7.000 lebih per hari.

Sebelumnya, pada 19 Oktober 2017, Jonan juga telah menerima manajemen sepeda motor listrik Gesits di Kantor Kementerian ESDM. Pada saat itu, Jonan juga mencoba sepeda motor listrik tersebut yang merupakan produksi hasil kerjasama Garansindo dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.

Berbeda dengan Viar Q1 yang sudah resmi diluncurkan ke pasaran, sepeda motor listrik Gesist masih merupakan prototipe. Jonan menyarankan, jika sudah diproduksi massal, harga jual Gesits dapat bersaing dengan sepeda motor yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM).

Era Baru Motor Listrik

National Project Manager Viar Motor Indonesia, Deden Gunawan mengatakan, sejak diluncurkan ke pasar pada Juni 2017, Viar Q1 mendapat respons positif dari masyarakat Indonesia. Hal ini merujuk pada jumlah pemesanan yang mencapai 500 unit per bulan.

Jumlah pemesanan itu, menurut Deden, melebihi ekspektasi perusahaan. Sebab sebagai tahap awal, perusahaan hanya memproduksi sebanyak 100 unit per bulan.

Meski keteteran memenuhi permintaan, Deden mengaku senang peminat Viar Q1 bertambah banyak.

“Kami sosialisasi motor listrik bersama PLN di Jakarta, Bali, Lombok, Mataram, Pontianak. Pokoknya ingin ke seluruh Indonesia. Kami sangat dibantu oleh PLN. Mereka mengimbau semua pegawainya pakai motor listrik,” kata Deden, di Kantor ESDM, Jakarta Pusat, Senin (30/10).

Harga OTR Viar Q1 Rp16,7 Juta, termasuk 1 helm gratis

Menurutnya, pemesanan bisa dilakukan di cabang-cabang sepeda motor Viar di Indonesia. Namun, konsumen harus menunggu selama satu bulan. Harganya Rp16,7 juta, sudah termasuk BPKB/STNK dan 1 Helm Gratis.

Deden menjelaskan, sepeda motor listrik Viar Q1 adalah hasil kerjasama antara Viar Motor Indonesia dengan Bosch dan mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM). Produksinya dibuat di Bukit Semarang Baru, Kota Semarang. Viar Q1 menggunakan baterai lithium yang bisa tahan sekitar 4-5 tahun. Harga baterai sekitar Rp5 juta, namun motor listrik tidak ada biaya perawatan mesin, tidak ganti oli, tidak perlu ganti busi.

Bagaimana untuk charge baterai? Menurut Deden mudah sekali. Cuma perlu colokan dengan kapasitas 4A di 100-240V selama 3 sampai 4 jam.