Kebencian Usamah bin Ladin Muncul Setelah Kuliah di Inggris

Kiri Foto Osama masih anak anak. Osama Bin Leiden sebelum tewas.Foto list25
Kiri Foto Osama masih anak anak. Osama Bin Leiden sebelum tewas.Foto list25

Washington DC, Sayangi.com– Usamah Bin Ladin mulai tidak menyukai budaya Barat setelah dia mengunjungi Inggris saat remaja. Hal itu diungkapkan CIA dari dokumen Osama yang baru dirilis.

Dilansir dari Independent, Sabtu (4/11). Pekan ini CIA membuka lebih dari 470.000 dokumen yang sebelumnya rahasia diambil dari lokasi persembunyian Usamah Bin Ladin di Pakistan pada 2011.

Dokumen-dokumen yang diungkap tersebut termasuk buku catatan pribadi Bin Ladin. Buku catatan ini membeberkan kisah ketika pertama kali dia mengunjungi Inggris dan kecewa terhadap negara Barat.

“Setiap Minggu kami pergi mengunjungi rumah Shakespeare,” tulis Bin Laden ketika dia berada di Inggris saat remaja. “Saya tidak terkesan dan saya melihat mereka adalah masyarakat yang berbeda dari kita. Dan mereka adalah masyarakat yang memiliki moral longgar,” tulisnya.

“Saya mendapat kesan mereka adalah orang yang bebas. Diusia saya, saya tidak diizinkan untuk membentuk gambaran kehidupan yang lengkap di sana.”

Osama Bin Laden saat muda pemegang sabuk hitam Taek Won Do. Foto Telegraph
Osama Bin Laden saat muda pemegang sabuk hitam Taek Won Do. Foto Telegraph

Catatan tersebut dimungkinkan memberikan jawaban mengenai apa yang membuat dirinya menjadi sosok radikal. Serta sebagai arsitek peristiwa serangan 11 September di Kota New York 2001.

Beberapa laporan lain mengatakan dia memupuk rasa benci terhadap Barat sejak berusia 10 tahun. Pihak lain menyatakan pertama kali dia mengalami radikalisasi pada akhir 1970-an, saat Osama mulai tertarik dengan Ikhwanul Muslimin.

Bin Ladin sebenarnya sudah lama diduga pernah pergi ke Inggris. Dia anak seorang konglomerat Saudi. Ayahnya merupakan taipan perusahaan konstruksi. Osama diperkirakanpernah merasakan bangku kuliah kuliah di Oxford.

Pada 2001, seorang wanita Spanyol menemukan kembali foto yang diambilnya dari seseorang yang terlihat sangat mencolok seperti Bin Laden di kampus Oxford pada tahun 1971. Dia menggambarkan teroris itu  usianya sama dengannya dan belajar sama sama menimba ilmu di  Oxford.

Buku catatan Bin Laden, berbentuk jurnal berwarna kuning pudar dan tipis dengan judul “Lucky Exclusive” dicetak di bagian depan. Dalam catatan itu mengatakan saat remaja, dia menghabiskan 10 minggu di Inggris.

Osama juga menuliskan telah mengunjungi negara barat di tahun sebelumnya, saat usianya  13 tahun. Dan disitu dia menerima perlakuan yang tidak “manusiawi”.

Menurut Guardian, jurnal tersebut dibeli di sebuah toko buku yang terkenal di Pakistan. Toko itu terletak beberapa jam dari kota Abbottabad. Kota ini merupakan tempat bin Laden menghabiskan waktu lima tahun bersama keluarganya sebelum kematiannya.

Buku catatan Bin Laden “Lucky Exclusive” membenarkan dia menghabiskan 10 pekan di Inggris kuliah ketika remaja. Osama juga menuliskan telah mengunjungi negara Barat di tahun sebelumnya, ketika berusia 13 tahun. Dan  saat dia harus menjalani ‘suatu perawatan’.

Jurnal tersebut juga berisi tulisan putranya, Khalid, yang juga tewas dalam serangan Angkatan Laut Amerika Serikat pada 2011. Tulisan itu memakai bahasa Arab dan panjangnya lebih dari 220 halaman.

Catatan Osama yang diungkap CIA ini merupakan bagian rilis dokumen terbesar yang diperoleh dari peristiwa penggerebekan Bin Ladin. Dokumen ini mencakup foto, film, dan acara televisi yang ditemukan di komputer Bin Ladin. Diinformasikan oleh CIA dalam komputer osama terdapat “film porno”. Namun pihak CIA  yang enggan merilisnya.

Sumber: independent.co.uk