Pemerintah China Luncurkan Kapal Keruk Terbesar di Asia

Kapal Keruk terbesar Tiankun milik pemerintah China. Foto Inquirer Global Nation
Kapal Keruk terbesar Tiankun milik pemerintah China. Foto Inquirer Global Nation

Shanghai,Sayangi.com- Sabtu (4/11) perintah China merelease peluncuran sebuah kapal keruk elektronik yang dinamai Tiankun. Kapal tersebut merupakan kapalkeruk terbesar di Asia. Kapal Tiankun yang dijuluki sebagai kapal pembuat pulau ajaib.

Kapal keruk raksasa Tiankun oleh perancangnya dianggap sebagai kapal pengeruk yang paling kuat di Asia. Peluncuran ini dilakukan di tengah perselisihan teritorial yang sedang berlangsung di Laut China Selatan.

Dikutip dari Xinhua, Minggu (5/11). Kapal keruk Tiankun telah diluncurkan di Qidong, Provinsi Jiangsu timur pada hari Jumat (3/11) . Panjang dek kapal ini sepanjang 140 meter.

Kapal Tiankun mampu menghancurkan batuan bawah laut dan kemudian menyedot pasir, air, dan lumpur, serta mentransfer zat-zat itu sampai sejauh 15 kilometer.

Selain itu Tiankun juga mampu mengeruk hingga 6.000 meter kubik (sekitar dua setengah kolam renang Olimpiade) dalam waktu satu jam. Kapal ini mampu mengeruk  dari kedalaman hingga 35 meter. Pengeruk raksasa ini akan menjadi andalan Beijing dalam mereklamasi kepulauan.

Wang Jian, wakil kepala insinyur CCCC Tianjin membeberkan ”Kapal elektronik itu bisa mengeruk lahan seluas seukuran lapangan sepak bola dengan kedalaman satu meter dalam waktu satu jam,”.

Perancang kapal Tiankun adalah Marine Design and Research Institute di Shanghai. Kantor ini menggambarkan ciptaannya sebagai ”pembuat pulau ajaib” yang dapat digunakan untuk melakukan pengerukan pesisir dan operasi reklamasi lahan di laut.

Beberapa media lokal melaporkan bahwa kapal tersebut merupakan ”proyek pertahanan militer”. Kapal Tiankun dapat digunakan untuk pembangunan pulau-pulau buatan di Laut China Selatan yang jadi sengketa antara Beijing dengan negara-negara ASEAN.

Dalam beberapa tahun ini China terlibat perselisihan dengan sejumlah negara, termasuk Filipina dan Vietnam, terkait klaim Kepulauan Spratly dan Paracel di Laut China Selatan. Guna pertahanan, China telah membangun pulau-pulau buatan di Kepulauan Spratly, termasuk fasilitas militer.