Profesi Baru Mantan Presiden Amerika Obama Bergaji Rp.200.000 Sehari

Foto Chicago Sun Time
Foto Chicago Sun Time

Washington DC, Sayangi.com- Mantan Presiden Barack Obama mendapatkan tugas baru setelah melepas posisinya sebagai AS 1. Pekerjaan yang dilakoninya saat ini sebagai juri di pengadilan Chicago.

Dilansir laman Chicago Sun Time, pada Rabu (8/11), Obama melangkah keluar rumah dengan bermantel, kemeja tanpa dasi. Dia berjalan kaki menuju Richard J Daley Center.

Jajaran mobil pengiringnya diparkir di garasi di bawah gedung Daley Center,. Obama tiba di pengadilan pada pukul 10.00 jam setempat. Dia menggunakan lift pribadi untuk para hakim menuju lantai 17 untuk bertemu wartawan, pengacara, dan staf pengadilan.

Kehadiran Obama di tempat tersebut untuk memenuhi undangan sebagai juri. Kepada awak media Hakim Ketua Cook County Tim Evans Obama mengatakan Obama tidak dipilih untuk bertugas, namun tetap saja, ini adalah hari yang tidak biasa di kompleks pengadilan kota.

Walaupun Obama dan istrinya, Michelle pernah mengatakan, mereka berniat untuk tinggal di Washington sementara putri mereka Sasha menyelesaikan sekolah Lanjutan Atasnya (SMA). Toh mereka masih memiliki rumah bergaya Georgia di lingkungan Hyde Park di South Side of Chicago.

Laporan Tribune menuliskan Obama menunggu di majelis sebagai juri. Setiap calon juri diperbolehkan membawa bahan bacaan dan menggunakan ponsel. Untuk pekerjaan tersebut, setiap orang mendapatkan bayaran 17,20 dolar per hari atau setara dengan Rp 200 ribu.

Sebuah video yang diunggah di Twitter yang menunjukkan dia bergembira berjalan mengelilingi ruangan juri sambil bersalaman.Ia pun mengucapakan “Terima kasih semua orang karena telah melayani di dewan juri, atau setidaknya bersedia menjadi juri,”

Selain Obama, beberapa mantan presiden Amerika pun sempat mendapatkan tawaran pekerjaan yang sama. Sebut saja George W Bush dipanggil untuk menjadi juri di pengadilan Dallas, Texas, atau Bill Clinton di kota New York.

Namun, mantan presiden yang bekerja itu  tidak menjalankan tugas dalam menentukan hasil pengadilan dengan juri lainnya.