Mantan Gubernur Aceh Puteh Ajak Hariman Siregar Turun Gunung

Jakarta,Sayangi.com- Demokrasi berbiaya tinggi telah menghantui seluruh sendi sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Elit elit nasional bekerja hanya untuk kepentingan pribadi dan keluarga atau nepotisme.

Kepemimpinan nasional yang muncul tidak lagi merepresentasikan kepentingan ideal untuk mensejahterakan rakyat. Kalimat tersebut disampaikan Ir. Abdullah Puteh, mantan Gubernur Aceh serta mantan ketua umum KNPI, pada acara diskusi  Indemo di Lautze Raya,Jakarta Rabu sore (15/11/17).

Indemo4
Indemo4

Untuk merubah situasi nasional yang sangat buruk ini, Puteh meminta Hariman Siregar untuk turun gunung memimpin sebuah revolusi sosial.Puteh mengatakan tanpa gerakan revolusioner, dapat dipastikan Indonesia terperangkap dengan politik “uang membeli uang”.

Revolusi yang terjadi harus “building block” tidak boleh ekstrim. Revolusi sosial yang ia cita citakan harus lebih bersifat kebangsaan dan untuk keadilan ekonomi rakyat, imbuhnya.

Terkait dengan kepemimpinan Jokowi,Puteh mengaku telah berkenalan dengan Jokowi di Solo pada acara midodareni putri Jokowi seminggu lalu. Mantan anggota DPR RI 13 tahun  ini berpendapat bahwa pada dasarnya Jokowi adalah orang baik. Namun, karena leadership nya yang terbatas,sehingga  Jokowi tidak mampu mengendalikan jajarannya dengan baik.

Ironisnya orang orang disekitar Jokowi tidak banyak yang Idealis,Nasionalis dan Konsiten serta Futuristik. Sehingga program Nawa Cita  yang digagas  Jokowi tercecer imbuhnya.

Puteh mencontohkan menghabiskan mayoritas uang APBN untuk belanja infrastruktur adalah contoh strategi Jokowi yang tidak tepat. Seharusnya Jokowi memberikan porsi pengeluaran belanja negara pada bidang peningkatan ekonomi pertanian serta penciptaan lapangan kerja.

Terkait dorongan Puteh agar Hariman memimpin Revolusi, Hariman hanya menegaskan bahwa dia dan para aktifis Indemo sejak awal berkomitmen mengawal demokrasi Indonesia agar berkualitas, dan mencegah kembalinya otoritarianisme. Apapun yang terjadi Demokrasi Indonesia tetap harus dipertahankan ujar tokoh Malari 74 ini.