DPR Rusia Setujui UU yang Mengatur Wajib Daftar Media Asing

Foto Daily Mail
Foto Daily Mail

Moskow,Sayangi.com- Majelis rendah Rusia menyetujui undang-undang baru yang dapat memaksa organisasi media asing mendaftar sebagai “agen asing.”

Perundang-undangan tersebut merupakan bagian dari benturan antara Moskow dan Washington atas tuduhan bahwa Kremlin mencampuri pemilihan presiden A.S. tahun lalu demi Donald Trump.

Pejabat intelijen A.S. menuduh Kremlin menggunakan organisasi media Rusia yang membiayai untuk mempengaruhi pemilih A.S. Bahkan minggu ini Washington meminta RT stasiun negara Rusia untuk mendaftarkan perusahaan afiliasi berbasis A.S. sebagai “agen asing”.

Kremlin membantah ikut campur dalam pemilihan tersebut dan mengatakan bahwa pembatasan terhadap lembaga penyiaran Rusia di Amerika Serikat adalah sebuah serangan terhadap kebebasan berbicara. Rusia telah bersumpah untuk membalas dengan memberlakukan pembatasan beberapa media asing yang beroperasi di Rusia.

409 dari 450 kursi parlemen rendah pada hari Rabu telah menyetujui undang-undang tersebut dalam pembacaan kedua, tanpa ada yang menentang, menurut kantor berita TASS. Bacaan ketiga diperlukan sebelum undang-undang tersebut diterima di majelis tinggi untuk mendapatkan persetujuan.

Rancangan undang-undang tersebut menyatakan bahwa pihak berwenang Rusia dapat menunjuk media asing sebagai “agen asing” namun tidak mengatakan pada dasar apa pejabat akan membuat keputusan tersebut.  Atau media mana yang akan ditunjuk oleh undang-undang tersebut.

Menurut rancangan undang-undang tersebut, sebuah organisasi media yang diklasifikasikan sebagai “agen asing” akan tunduk pada persyaratan yang sama dengan yang diterapkan pada organisasi non-pemerintah yang didanai asing berdasarkan undang-undang tahun 2012. Amandemen itu juga akan memungkinkan pemblokiran situs internet yang menurut Kremlin tidak diinginkan tanpa proses hukum.

Undang-undang tersebut, yang banyak dikritik oleh pemerintah Barat, merupakan upaya Moskow untuk melindungi diri dari gelombang revolusi populer di Eropa Timur dan Timur Tengah. Moskow mengatakan bahwa mereka diprovokasi oleh pemerintah Barat yang menggunakan kelompok masyarakat sipil sebagai proxy.

Berdasarkan undang-undang tahun 2012, “agen asing” harus mendaftar untuk mendaftar dalam daftar pemerintah, mereka harus mengirimkan laporan reguler mengenai sumber pendanaan mereka, tujuan mereka, bagaimana mereka membelanjakan uang mereka, dan siapa manajer mereka.

Mereka juga dapat dikenai pemeriksaan oleh pihak berwenang untuk memastikan mereka mematuhi peraturan. Setiap informasi yang mereka terbitkan harus menyertakan penyebutan bahwa sumber informasinya adalah “agen asing”, sesuai dengan undang-undang tahun 2012.

Agar rancangan undang-undang tersebut lolos ke undang-undang, rancangan tersebut harus disetujui oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.

Putin sangat kritis terhadap tindakan A.S. terhadap media Rusia, namun dia belum memberikan dukungan sepenuh hati terhadap rancangan undang-undang tersebut.

sumber : france24.com