BI: Pengungkapan Sindikat Uang Palsu Turut Jaga Kredibilitas Rupiah

Polisi menunjukkan lima tersangka dan barang bukti uang palsu emisi baru (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Direktur Pengelolaan Uang Bank Indonesia Suhaendi menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Tipideksus Bareskrim Polri, karena berhasil mengungkap sindikat pemalsu uang dengan tahun emisi baru. Apalagi semua yang terlibat dalam sindikat, seperti pengedar, pembuat, hingga pemodal dapat diungkap polisi.

“Beberapa waktu yang lalu juga Ditipideksus Bareskrim juga mengungkap jaringan, bukan pelaku yang sama ya tapi di tempat lain sampai dengan pemodalnya,” ujar Suhaendi di gedung Bareskrim, kompleks Kementerian KKP, Jakarta, Kamis (7/12).

Menurut Suhaendi, apa yang dilakukan oleh Bareskrim turut mengamankan kredibilitas rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia. Oleh karena itu, Bank Indonesia memberikan dukungan penuh dalam bentuk informasi, dan proses penindakan penegakan hukum.

“Kami dengan Bareskrim bekerjasama secara erat untuk melakukan upaya-upaya pencegahan, dan penanggulangan uang palsu ini. Tentunya dalam bentuk sesuai dengan kerjasama antara bareskrim dan Bank Indonesia, dalam hal ini ada MOU antara Gurbernur BI dan Kapolri. Ini adalah bentuk yang nyata dari keseharian operasionalnya,” paparnya.

Suhaendi mengaku merasa senang, karena sindikat ini berhasil dibekuk sebelum mengedarkan uang palsu emisi baru ke masyarakat. Sehingga, belum ada masyarakat yang dirugikan karena adanya uang palsu tersebut.

“Oleh karena itu kepada masyarakat agar tetap tenang untuk menggunakan uang rupiah kita,” tegasnya.

Tren peredaran uang palsu, kata Suhaedi, saat ini mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Hal ini tentu menjadi kabar menggembirakan bagi iklim ekonomi yang ada di Indonesiam

“Jadi pada tahun 2015 misalnya, ada 21 lembar uang yang diduga palsu dari satu juta uang yang beredar. Kemudian 2016 turun menjadi 13 lembar per satu juta uang yang beredar, dan sampai dengan Oktober tahun 2017 ini, hanya tujuh lembar uang palsu dari satu juta uang yang beredar,” jelasnya.

Lebih jauh Suhaendi juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap peredaran uang palsu. Cara yang paling mudah untuk membedakan uang asli dan uang palsu ialah dengan cara Dilihat, Diraba, Diterawang (3D).

“Apa yang ditemukan hari ini, dari sisi kualitas pembuatannya ini jauh dibandingkan dengan aslinya. Sehingga dengan mudah masyarakat bisa membedakan mana yang asli dan palsu,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Direktorat Tipideksus Bareskrim Polri berhasil mengamankan lima orang tersangka pembuat uang palsu, dengan tahun emisi baru. Mereka berlima diamankan setelah polisi melakukan operasi marathon selama lima hari di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat.