Uni Eropa Himbau AS Ajukan Proposal Perdamaian Timur Tengah

Foto Hindustan Time
Foto Hindustan Time

New York,Sayangi.com- Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon membahas pertemuan Dewan Keamanan U.N. mengenai situasi di Timur Tengah, termasuk Palestina, di Markas Besar PBB di New York, AS, 8 Desember 2017.

Dikutip dari Reuters (9/12) , Jumat Kemarin Inggris, Prancis, Jerman, Swedia dan Italia meminta Amerika Serikat untuk mengajukan proposal secara rinci guna perdamaian antara Israel dan Palestina. Keputusan Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel digambarkan sebagai “tidak membantu” proses perdamaian Israel Palestina.

Hari Rabu Keputusan Trump telah membalikkan dari puluhan tahun kebijakan A.S, memicu “perlawanan” rakyat Palestina. Hari Jumat kemarin Ribuan orang Palestina protes kejalan setidaknya satu terbunuh dalam bentrokan dengan tentara Israel.

Sebuah resolusi Dewan Keamanan PBB yang diadopsi pada bulan Desember tahun lalu menggarisbawahi bahwa hal itu tidak akan mengakui adanya perubahan pada batas-batas wilayah sebelum 4 Juni 1967, termasuk mengenai Yerusalem, selain yang disetujui oleh para pihak melalui perundingan.

Di tengah kemarahan di dunia Arab dan keprihatinan Barat termasuk sekutu Washington, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menggelar pertemuan kemarin. Pertemuan itu atas permintaan delapan dari 15 anggota diantaranya Inggris, Prancis, Swedia, Bolivia, Uruguay, Italia, Senegal dan Mesir.

Dalam sebuah pernyataan bersama setelah pertemuan tersebut, Inggris, Prancis, Jerman, Swedia dan Italia mengatakan bahwa keputusan Amerika Serikat yang mencakup rencana untuk memindahkan kedutaan A.S. ke Yerusalem dari Tel Aviv, “tidak membantu dalam hal prospek perdamaian di wilayah ini.”

“Kami siap untuk berkontribusi pada semua upaya yang dapat dipercaya untuk memulai kembali proses perdamaian, berdasarkan parameter yang disepakati secara internasional, yang mengarah ke solusi dua negara,” ungkap mereka. “Kami mendorong Administrasi A.S. untuk sekarang mengajukan proposal rinci untuk penyelesaian Israel-Palestina.”

Duta Besar Mesir U.N. Amr Aboulatta mengatakan bahwa keputusan A.S. akan memiliki “dampak serius dan buruk” pada proses perdamaian.

Sementara itu utusan Timur Tengah untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Nickolay Mladenov memperingatkan bahwa ada risiko eskalasi kekerasan. “Ada risiko serius hari ini bahwa kita mungkin melihat serangkaian tindakan sepihak, yang hanya dapat mendorong kita menjauh dari pencapaian tujuan perdamaian kita bersama,” kata Mladenov kepada Dewan Keamanan PBB

Israel menganggap seluruh Yerusalem sebagai ibukotanya. Orang-orang Palestina menginginkan bagian timur kota sebagai ibu kota negara merdeka masa depan mereka sendiri.