Berencana Penggal Kepala Orang Lelaki AS Diganjar Hukuman 28 Tahun

Ilustrasi Pengadilan AS. Foto SCMP
Ilustrasi Pengadilan AS. Foto SCMP

Boston,Sayangi.com- Seorang tersangka teroris menangis dan mencela ISIS sesaat sebelum dijatuhi hukuman 28 tahun penjara karena memimpin sebuah rencana untuk memenggal kepala polisi dan seorang blogger konservatif.

David Wright, 28 dari Everett, terisak saat dia meminta maaf kepada polisi, keluarganya dan blogger Pamela Geller sebelum Hakim William G. Young memvonisnya hampir tiga dasawarsa di dalam penjara saat persidangan di Pengadilan Federal Moakley siang ini.

Jaksa federal mengancam hukuman seumur hidup atas peran Wright dalam mendesak pamannya, Usaamah Abdullah Rahim, 26, untuk menyerang polisi. Rahim ditembak jatuh pada 2 Juni 2015, di sebuah tempat parkir Roslindale oleh agen polisi dan federal. Saat ditangkap Rahim mengacungkan pisau yang panjangnya 13 inci.

Sedangkan Wright ditangkap pada bulan Oktober, ia disangka berkomplot guna memberikan dukungan material kepada ISIS. Ia juga disangka berkomplot untuk melakukan tindakan terorisme dan menghalangi keadilan. Namun didepan pengadilan,dia menangis sambil meminta maaf atas tindakannya.

“Saya menolak semua yang dimiliki ISIS dan mewakili,” kata Wright. Dia juga merencanakan untuk membunuh Geller, blogger New York, yang sedang dalam masa hukuman. Dia mengatakan kepadanya, “Sebagai manusia, saya sangat menyesal membuat kalian merasa berada dalam keadaan takut.”

Selesai vonis Wright,  Geller mengatakan kepada awak media bahwa dia “tidak puas” dengan hukuman Wright namun ia lega  mengetahui bahwa dirinya mungkin tidak akan hidup saat Wright dibebaskan dari penjara.

Meskipun jaksa menginginkan hukuman seumur hidup, Hakim Young memberikan ganjaran 28 tahun penjara. Young mengatakan kepada Wright, “Anda bukan monster, namun berada dalam rencana kejahatan yang mengerikan.

Anda membuat pilihan yang salah, pilihan yang mengerikan. Dalam pikiran saya, Anda membuatnya dengan sengaja, adapun kalimat yang anda tuliskan mencerminkan hal itu.”

Sumber: bostonherald.com