Pulau Kemaro di Sungai Musi Bakal Jadi Tujuan Favorit Selama Asian Games 2018

Pulau Kemaro dengan Pagoda yang menjadi landmark delta di Sungai Musi tersebut/Foto: istimewa

Palembang, Sayangi.Com– Pulau Kemaro yang merupakan sebuah delta kecil di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, diyakini akan menjadi salah satu tujuan wisata favorit selama penyelenggaraan Asian Games 2018.

“Selama ini turis asing yang banyak ke sini berasal dari Hong Kong, Singapura dan Malaysia. Saat Asian Games nanti saya yakin kontingen dari China juga akan berkunjung ke sana karena latar belakang sejarahnya,” kata Hermansyah, pegawai honorer Dinas Pariwisata Kota Palembang, Minggu (24/12), seperti dikutip Antara.

Penduduk setempat memberi nama Pulau Kemaro karena delta seluas sekitar 32 Hektar ini selalu kering dan tidak pernah berair, bahkan ketika air pasang, seolah-olah seperti sebuah pulau terapung. Di delta yang rindang oleh pepohonan ini terdapat pagoda dan kelenteng tua Hok Tjing Rio yang konon dibangun pada ratusan tahun lalu.

Pulau kemaro juga lekat dengan legenda tentang sepasang kekasih beda etnis yakni pemuda pedagang China (Tan Bun An) dengan seorang putri dari kerajaan Palembang (Siti Fatimah) yang gagal menikah akibat satu kecerobohan. Konon, delta ini muncul sebagai bukti cinta Siti Fatimah kepada kekasihnya. Kurang lebih mirip kisah Romeo dan Juliet, atau Sampek Eng Tay.

Hermansyah yakin para tamu Asian Games yang berasal dari China dan Hong Kong, akan tertarik berkunjung ke Pulau Kemaro.

Selama ini, menurut Hermansyah, puncak kedatangan wisatawan adalah saat Imlek, sehingga Yayasan Tri Dharma sebagai pengelola lokasi tersebut membuat jembatan darurat sepanjang 160 meter agar bisa dilalui pejalan kaki dari pinggir Sungai Musi.

Meski menjadi salah satu ikon wisata Kota Palembang selain Jembatan Ampera, Masjid Agung dan Benteng Kuto Besak, belum ada tanda-tanda bahwa Pagoda Pulau Kemaro segera dibenahi menyambut Asian Games 2018.

Sarana yang ada di delta tersebut saat ini hanya dermaga kayu sederhana, warung yang menjual kelapa muda dan beberapa pedagang kaos dengan tampilan ala kadarnya.

Tidak terlihat umbul-umbul, spanduk atau atribut lain yang berhubungan dengan pesta olahraga terbesar kedua di dunia setelah Olimpiade itu.

“Mungkin pemerintah atau panitia masih fokus pada pembangunan dan persiapan infrastruktur, seperti LRT dan sarana pertandingan,” ucap Hermansyah, yang kesehariannya juga berdagang kelapa muda di delta tersebut.

Pulau Kemaro terletak sekitar enam kilometer dari Jembatan Ampera dan dapat ditempuh sekitar 15 menit menggunakan kapal motor cepat dari dermaga Benteng Kuto Besak.

Pengunjung yang berniat berwisata ke Pulau Kemaro dapat memanfaatkan jasa pemilik kapal bertarif Rp200.000 per kapal pergi pulang dengan masa tunggu maksimal satu jam.