Arab Saudi Dikabarkan Tahan Dan Siksa Warga Asing Lantaran Korupsi

Ritz Carlton di Riyadh, hotel bintang lima, yang telah menjadi penjara paling mewah di dunia. . Foto nydailynews
Ritz Carlton di Riyadh, hotel bintang lima, yang telah menjadi penjara paling mewah di dunia. . Foto nydailynews

Riyadh,Sayangi.com- Tujuhbelas pengusaha Amerika, Inggris dan Prancis ditahan di Arab Saudi sebagai bagian dari tindakan keras anti-korupsi. Informasi bersumber dari warga dalam kerajaan kepada DailyMail.com.

Rincian Orang yang ditahanĀ  terdiri 8 warga negara A.S, 6 Inggris dan 3 Prancis. Menurut sumber, 17 pengusaha asing itu memiliki izin bekerja, bahkan mereka telah lama tinggal di Arab Saudi.

Penangkapan 17 pengusaha asing itu terkait dengan kebijakan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman sebagai Ketua Komisi Antikorupsi Saudi yang berusaha memberangus praktik korupsi di negaranya.

Putra Mahkota, yang dikenal sebagai pemikir MBS, mengatakan bahwa penangkapan tersebut adalah untuk mengakhiri korupsi namun yang lain menganggapnya sebagai konsolidasi kekuatannya. Sasarannya diketahui termasuk salah satu orang terkaya di dunia, Pangeran Alwaleed bin Talal, tercatat yang memiliki saham di Uber, Twitter dan Citigroup.

Atas perintah Bin Salman, sekitar 200 orang ditahan termasuk 11 pangeran, pengusaha, dan pejabat pemerintah di rumah tahanan di hotel Ritz-Carlton di Riyadh, ibu kota Arab Saudi. Menurut dokter di satu rumah sakit di Riyadh, sedikitnya 17 tahanan membutuhkan bantuan medis setelah menjalani pemeriksaan oleh aparat Arab Saudi

Sumber yang memiliki kedekatan dengan putra mahkota mengungkapkan bahwa orang-orang tersebut berada di antara yang ditahan di Ritz Carlton di Riyadh, sebuah hotel bintang lima, yang telah menjadi penjara paling mewah di dunia.

Sumber tersebut juga mengatakan bahwa beberapa dari 17 pengusaha tersebut termasuk di antara tahanan yang telah disiksa oleh pihak berwenang Saudi.Masing-masing dari mereka berada di negara tersebut untuk izin kerja, kata sumber tersebut, menunjukkan bahwa mereka adalah warga ekspatriat lama daripada mengunjungi pengusaha,kata sumber.

Atas perintah Bin Salman, sekitar 200 orang ditahan termasuk 11 pangeran, pengusaha, dan pejabat pemerintah di rumah tahanan di hotel Ritz-Carlton di Riyadh, ibu kota Saudi Arabia.Menurut dokter di satu rumah sakit di Riyadh, sedikitnya 17 tahanan membutuhkan bantuan medis setelah menjalani pemeriksaan oleh aparat Arab Saudi

“Mereka memukuli, menganiaya, menampar, dan memaki. Mereka ingin menjatuhkan pengusaha asing itu,” ujar sumber kepada Daily Mail, Rabu, 27 Desember 2017.

Media Inggris ini berusaha memverifikasi informasi sumber tapi tidak ada jawaban resmi dari pihak Saudi. Juru bicara Kedutaan Saudi di Washington mengatakan penuntut umum di negaranya mematuhi undang-undang dan peraturan, serta menolak membahas apakah ada warga asing dalam penangkapan tersebut.

Adapun Kementerian Luar Negeri Saudi Arabia mengatakan tidak dapat memberikan tanggapan atas kasus-kasus individu sehubungan pertimbangan privasi, termasuk menolak berbicara saat ditanya apakah ada bantuan dari jaksa atau keluarga terhadap warga Amerika yang ditahan.

“Saat kami diberi tahu tentang penangkapan warga Amerika, kami seketika mengunjunginya. Sehubungan pertimbangan privasi, kami tidak memberikan tanggapan lebih lanjut,” ujar juru bicara itu.

Prancis juga menolak memberikan tanggapan. Adapun Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan pihaknya belum menerima kontak dari warga Inggris di Riyadh untuk meminta bantuan.

Sumber: gulfinsider.com