Presiden Prancis Emmanuel Macron Kunjungi China

Foto Sg.news
Foto Sg.news

Beijing,Sayangi.com- Presiden Prancis, Emmanuel Macron, melakukan kunjungan resmi pertamanya ke China pada hari Senin (8/1). Kunjungan kenegaraan Macron ke China brtujuan meningkatkan pengaruh global kedua negara dan menjalin hubungan yang lebih erat dengan Uni Eropa.

Dilansir dari Guardian.com (8/1), Geng Shuang, juru bicara kementerian luar negeri China, mengatakan pada hari Jumat bahwa kedua belah pihak akan melakukan pertukaran “pandangan.

Pertemuan kedua pemimpin negara tersebut  juga akan membahas secara dalam mengenai hubungan China-Prancis dan isu-isu yang menjadi kepentingan bersama”, dengan mengambil “kemitraan strategis komprehensif China-Prancis yang komprehensif ke intensif”.

Shuang menegaskan bahwa diskusi yang akan dilakukan oleh keduanya akan jauh melampaui kepentingan bilateral menjadi “isu-isu internasional dan regional utama”. Serta pembicaraan tentang “bagaimana memperkuat kerjasama, menegakkan multilateralisme, memajukan multi-polarisme, membangun ekonomi dunia terbuka, memperbaiki pemerintahan global.

China dan Perancis akan  bersama-sama mengatasi tantangan global dan membangun jenis baru hubungan internasional dan sebuah komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia. ”

Macron memulai perjalanan pertamanya ke Asia sejak diangkat menjadi presiden Prancis tahun lalu. Kunjungan Macron ke Asea adalah  dalam rangka memperluas akses pasar yang timbal balik. Bagi pemerintah barat termasuk Prancis, resistensi China akan globalisasi diartikan bahwa China belum serius untuk membuka hubungan dengan perusahaan asing.

“Hal terbaik yang Macron dapat lakukan untuk membantu ekonomi Eropa dan Prancis adalah mendorong Xi Jinping ke dalam perdagangan bebas dan globalisasi dan terus mendorong timbal balik,” kata Francoise Nicolas, direktur studi Asia di Institute for Foreign Relations, seperti dikutip Bloomberg.

Senada dengan nicholas,Barthélémy Courmont, seorang peneliti senior di Institut Prancis untuk Urusan Internasional dan Strategis, serta seorang spesialis dalam politik China, mengatakan bahwa Beijing sekarang melihat Macron sebagai salurannya ke Eropa.

“Jelas dalam benak orang Cina bahwa Prancis mewakili Eropa secara politis,” kata Courmont. “China menganggap Jerman sebagai mitra ekonomi di Eropa, dan Prancis merupakan mitra pertahanan dan diplomatik. Sebelum (Brexit) China menganggap Inggris sebagai lawan bicaranya yang  utama di Eropa. Namun sekarang Inggris kurang diminati,ungkapnya

Saat ini Prancis akan menjadi mitra yang lebih penting di Eropa dan juga di arena global. Ini adalah kekuatan tengah dengan pengaruh internasional. Sebagai anggota tetap nuklir dan anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mewajibkan hak veto, Prancis dan China banyak membicarakan termasuk Suriah, konflik Israel-Palestina, Korea Utara dan perubahan iklim,ungkapnya.

Selama kunjungan tiga hari ke China dari Senin sampai Rabu, Macron juga akan mengunjungi Xi’an Men (the Terracotta Army) dan Forbiden Citty di Beijing.