Suami Aniaya Istri Saat Hamil Tua, Bayi Tewas Setelah Lahir Prematur

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com– Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dialami seorang ibu yang sedang hamil tua di kawasan Johar Baru, Jakarta Pusat, sehingga ari-ari bayi dalam kandungannya putus dan sang bayi meninggal tak lama setelah dilahirkan.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta mengatakan, bayi tersebut tewas tiga hari setelah dilahirkan, yakni pada Senin (8/1) kemarin. Menurutnya, tewasnya bayi bernama M. Ridho itu karena perlakuan keji sang ayah bernama Kasdi (21), ketika Ibu korban yang bernama Lina Rahmawati (21) sedang hamil tua.

“Seorang Bapak menendang istrinya yang sedang mengandung delapan bulan lebih, sehingga sang istri kesakitan. Lalu istri dibawa ke rumah sakit dan ditolong oleh dokter hingga melahirkan,” ujar Nico di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (9/1).

Nico menjelaskan, akibat perlakuan pelaku kepada Ibu korban, saat dilahirkan diketahui ari-ari korban telah putus. Hal ini yang diyakini polisi sebagai penyebab bayi Ridho meninggal dunia.

“Pada saat melahirkan diketahui ternyata ada ari-ari putus pada saat ditendang tersebut. Kemudian tidak lama si bayi meninggal dunia,” jelasnya.

Tidak terima anaknya jadi korban, akhirnya Lina bersama pihak Rumah Sakit melaporkan suami sekaligus ayah korban ke polisi. Dalam kasus ini, korban ada dua orang yakni bayi Ridho dan ibunya, Lina.

“Polisi melakukan penyelidikan dan ditemukan memang ada korban seorang bayi tersebut. Ibunya juga mengalami luka, jadi korbannya dua, ibu dengan bayi,” kata Nico.

Saat ini pihak Polsek Johar Baru telah mengamankan Kasdi untuk dimintai keterangan. Sementara kasus ini sendiri ditangani oleh pihak Perlindungan Perempuan dan Anak Polda Metro Jaya.