Pelaku Penganiaya Istri yang Tengah Hamil Tua Diancam 20 Tahun Penjara

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Polisi telah berhasil mengamankan Kasdi, yang merupakan pelaku penginjak kandungan istrinya sendiri yang bernama Lina Herawati. Akibat penganiayaan tersebut, anak Kasdi dan Lina yang bernama M. Ridho tewas akibat ari-arinya putus di kandungan.

Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta mengatakan, alasan Kasdi menganiaya istrinya lantaran ia mengira Ridho bukan merupakan buah cintanya dengan Lina. Sehingga ia kalap dan menginjak perut Lina yang tengah hamil tua.

“Motif pelaku melakukan penganiayaan pada istri dan kandungannya itu karena dia cemburu. Pelaku beranggapan kandungan istrinya bukan anaknya, tapi hasil dengan orang lain,” ujar Nico di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/1).

Saat menangkap pelaku, lanjut Nico, polisi berhasil turut mengamankan beberapa barang bukti. Saat dimintai keterangan, Kasdi mengakui semua perbuatannya kepada Lina.

“Dari penangkapan pelaku itu, polisi menyita satu patung kayu yang diduga untuk memukuli korban, baju untuk mengelap darah korban, gelas, dan gembok rumah,” paparnya.

Menurut Nico, pertengakaran dan aksi kekerasan antar suami istri tersebut sering terjadi. Bahkan, tetangga korban pun kerap mendengar keributan tersebut.

“Hanya saja tetangga khawatir bila mencampuri urusan pribadi rumah tangga keduanya,” katanya.

Lebih jauh Nico menjelaskan, bahwa polisi sudah memeriksa beberapa saksi untuk kasus tersebut, seperti orangtua korban, dan empat orang dokter yang menangani korban. Selain itu, polisi rencananya akan mengecek DNA korban, untuk memastikan tuduhan Kasdi ke Lina.

“Untuk mengecek kebenarannya apakah ini anak tersangka, kami lakukan tes DNA juga pada bayinya. Kami juga dalami sejak kapan korban hamil,” jelasnya.

Mengaku Khilaf

Pelaku yang juga merupakan ayah korban Ridho, Kasdi mengaku menyesal telah menganiaya Lina dan menyebabkan Ridho meninggal. Dengan tertunduk lesu, Kasdi mengucapkan penyesalan dengan lirih.

“Menyesal, saya khilaf,” ujar Kasdi.

Kasdi mengaku, selama berumah tangga dengan Lina, dirinya jarang dilayani oleh Lina. Bahkan ia mengatakan, lebih sering membeli makan di warung ketimbang menyantap masakan Lina.

Kasdi enggan merinci apa alasan dia menganiaya Lina. Namun ia hanya mengaku dirinya mencintai istrinya tersebut.

“Iya saya cinta mati,” katanya.

Kini pelaku pun mendekam di tahanan Polda Metro Jaya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu. Kasdi sendiri diancam dengan pasal berlapis dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara.

“Pelaku kami jerat lasal berlapis, yakni pasal 338 KUHP, pasal 44 UU RI No. 23 Tahun 2004 tentang KDRT, dan pasal 80 UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan hukuman 20 tahun penjara,” kata Nico Afinta.

Keterangan: Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta saat menggelar konferensi pers soal kasus penganiayaan istri di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/1).