Oxfam: Satu Persen Orang Terkaya Nikmati 82 Persen Kekayaan Dunia Tahun 2017

Delapan orang terkaya di dunia dengan jumlah kekayaan melebihi 426 miliar Dolar AS. Atas dari kiri ke kanan: Bill Gates, Amancio Ortega, Warren Buffett, dan Carlos Slim. Bawah, dari kiri ke kanan: Jeff Bezos, Mark Zuckerberg, Larry Ellison, dan Michael Bloomberg/ Foto: boston global.

Jakarta, Sayangi.Com– Oxfam, NGO yang berbasis di Oxford, Inggris, Senin (22/1) hari ini merilis laporan terbaru yang menyebutkan satu persen penduduk dunia (yang merupakan lapisan orang terkaya) menguasai 762 miliar Dolar AS atau 82 persen total kekayaan global yang dihasilkan pada tahun 2017. Sedangkan orang miskin yang mencakup separuh penduduk dunia, tidak meningkat kekayaaannya.

Laporan terbaru Oxfam berjudul “Reward Work, Not Wealth”, yang dirilis menjelang pertemuan Forum Ekonomi Dunia di Davos, ini memanfaatkan data Credit Suisse untuk membandingkan pendapatan para eksekutif puncak dan pemegang saham dengan pekerja biasa.

Menurut Oxfam, kekayaan para miliarder dunia berlipat enam kali lipat lebih cepat dibandingkan kekayaan yang diperoleh kaum pekerja biasa sejak 2010. Pada periode Maret 2016 – Maret 2017, tercipta miliarder baru setiap dua hari, peningkatan terbesar jumlah miliarder dalam sejarah.

Oxfam menggunakan temuannya ini untuk menggambarkan keadaan perekonomian global di mana kaum kaya dengan amat sangat cepat mencetak untung, dan di saat bersamaan miliaran orang berjuang hidup di garis kemiskinan.

“Ledakan jumlah miliarder adalah bukan tanda ekonomi sedang tumbuh, melainkan gejala sistem ekonomi yang gagal,” kata direktur eksekutif Oxfam, Winnie Byanyima.

Pernyataan Oxfam tersebut menentang narasi selama ini bahwa miliarder diciptakan melalui bakat, kerja keras dan inovasi, sesuatu yang diklaim menguntungkan umat manusia secara keseluruhan.

Oxfam juga menggarisbawahi nasib pekerja wanita yang “terus-terusan dibayar lebih murah ketimbang pria”, dan bahkan kerap menjadi pihak yang dibayar paling rendah dan paling tidak aman bekerja. Sembilan dari setiap 10 miliarder adalah pria, sambung Oxfam.

Laporan Oxfam juga memperlihatkan bahwa para kepala eksekutif lima perusahaan penghasil merek fesyen ternama cukup bekerja empat hari untuk mendapatkan bayaran yang setara dengan upah selama hidup buruh-buruh garmen di Bangladesh.

Sebelum ini, Oxfam merilis laporan bahwa nilai kekayaan 8 orang terkaya di dunia pada tahun 2016 mencapai sekitar 426 miliar Dolar AS. Sedangkan sekitar 3,6 miliar penduduk dunia yang hidup dalam kemiskinan, secara kolektif hanya memiliki kekayaan sekitar 409 miliar Dolar AS.