Dituding Salahgunakan Kekuasaan, OSO Dilaporkan Hanura Daryatmo ke Bareskrim

Jakarta, Sayangi.com – Wakil Ketua Umum Partai Hanura kubu Daryatmo, Sudewo mendatangi Bareskrim Polri pada Senin (22/1). Kedatangan Sudewo untuk melaporkan Ketua Umum Hanura versi “Manhattan” Oesman Sapta Odang.

Pria yang akrab disapa Oso ini dilaporkan lantaran Oso dianggap melanggar hukum saat menjabat Ketua Umum. Pelanggaran yang dilakukan Oso, kata Sudewo, yakni melakukan pungutan dari calon Kepala Daerah yang hendak maju melalui Hanura.

“Kami akan melaporkan Pak Oesman Sapta yang saat itu sebagai ketua umum DPP Partai Hanura menyalahgunakan kekuasaan sebagai ketua umum untuk kepentingan pribadi. Pak Oesman Sapta menarik uang dari pihak sana sini, termasuk uang dari calon calon kepala daerah yang dimasukkan kepada rekening pribadinya yaitu OSO Securities,” ujar Sudewo di Bareskrim Polri, Jakarta.

Menurut Sudewo, selain dari calon kepala daerah, Oso juga kerap menarik dana dari sumber lain seperti dari iuran kader Hanura untuk dimasukkan dalam Oso Securities. Bahkan untuk masalah mahar, Oso sudah mengakui melalui beberapa media online.

“Itu sudah diakui langsung oleh Pak Oesman Sapta melalui media online, bahwa memang Pak Oesman Sapta sebagai ketua umum saat itu menarik mahar, dan juga memasukkan uang tersebut ke Oso Securities,” terangnya.

Sudewo juga menjelaskan, hal itulah yang membuat Hanura kubu Daryatmo memecat Ketua DPD RI itu sebagai Ketua Umum. Menurutnya, dalam waktu dekat ini pihaknya juga berencana akan memecat Oso dari keanggotaan Hanura.

“Jadi apa yang dilakukan Pak Oesman Sapta itu jangan sampai berimplikasi, jangan sampai Partai Hanura terseret dalam kasus hukum. Persoalan proses hukum yang akan berjalan di OJK maupun di Mabes Polri, nanti kami serahkan sepenuhnya kepada pengacara kami Pak Adi Warman,” paparnya.

Saat memutuskan untuk memasukkan uang ke Oso securities, kata Sudewo, Hanura tidak diajak musyawarah terlebih dahulu, dan Hanura secara resmi tidak pernah bekerja sama. Padahal, banyak bank lain yang seharusnya dapat jadi tempat penyimpanan uang tersebut.

“Ini yang menjadi satu pertanyaan besar dan dalam proses memasukkannya itu pun tidak melalui mekanisme yang diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) Partai Hanura. Tidak ada rapat Dewan Pimpinan Pusat, itu hanya langsung dari perintah Pak Oesman Sapta sebagai ketua umum,” bebernya.

Lebih jauh Sudewo juga mengatakan, ada sekitar Rp200 miliar uang partai yang disimpan di Oso Securities. Namun mengenai kapan Oso memasukkan uang tersebut ke Oso Securities, Sudewo belum dapat memastikan.

“Ada yang bulan November, Desember 2017, kami nggak hafal satu persatu. Pada saat Pak Oesman Sapta sebagai Ketua Umum sudah menyalahgunakan kekuasaannya, persoalan keuangan ini,” tegasnya.