Presiden Joko Widodo Beserta Ibu Negara Iriana Melawat Pakistan

Presiden Pakistan Mamnoon Hussain dan ibu negara menyambut kedatangan Widodo dan Ibu negara Iriana saat dia tiba di Islamabad. Foto Dawn
Presiden Pakistan Mamnoon Hussain dan ibu negara menyambut kedatangan Widodo dan Ibu negara Iriana saat dia tiba di Islamabad. Foto Dawn

Islamabad,Sayangi.com- Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) hari Jumat kemarin tengah melakukan lawatan resmi ke Pakistan. Pada lawatan ini Pemerintah Pakistan akan memanfaatkan kunjungan Jokowi untuk meminta terpidana mati kasus narkoba asal Pakistan diampuni dan dibebaskan.

Permintaan tersebut diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Pakistan Khawaja Asif sehari menjelang kedatangan Jokowi Menteri Luar Negeri Pakistan Khawaja Asif

Dikutip dari Sindo (27/1) Zulfiqar Ali, 53, gembong narkoba asal Pakistan telah dijatuhi hukuman mati dan telah meringkuk di penjara Indonesia selama hampir 14 tahun. Ali ditangkap pada tahun 2004, didakwa memiliki 300 gram heroin.

Asif menuturkan Perdana Menteri (PM) Shahid Khaqan Abbasi akan meminta Presiden Jokowi untuk mengizinkan Ali yang sakit parah untuk menghabiskan hari-hari terakhirnya bersama keluarganya. Menurut Asif, permintaan untuk mengampuni Ali itu atas dasar kemanusiaan.

”Perdana menteri sudah mengetahui masalah ini saat saya berbicara dengannya,” kata Asif yang berbicara pada Geo TV. ”Dia berharap Presiden Indonesia tidak menolak dan akan memberikan solusi atas dasar kemanusiaan,” ungkapnya.

Ali melalui pengacaranya mengaku tidak bersalah. Sejatinya Dia dijadwalkan akan dieksekusi pada bulan Juli 2016 lalu, namun ditangguhkan di menit-menit terakhir lantaran intervensi diplomatik dari pemerintah Pakistan serta tekanan dari kelompok hak asasi manusia. Namun dia tetap dalam daftar terpidana mati yang akan dieksekusi.

Indonesia adalah mitra dagang terbesar kedelapan Pakistan dan mitra dagang terbesar Pakistan di Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara. Perdagangan bilateral Pakistan dengan Indonesia mencapai sekitar 2,1 miliar dolar A.S. setiap tahunnya.

Dilansir dari Dawn (27/1) Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo disambut oleh Presiden Pakistan Mamnoon Hussain dan ibu negara pejabat pemerintah senior. Jokowi dan Iriana dijemput pangkalan Udara Nur Khan di Chaklala, Rawalpindi Jumat Kemarin

Ini adalah kunjungan pertama Jokowi ke Pakistan. Saat turun dari pesawat kepresidenan, Jokowi disambut dengan 21 tembakan salvo. Presiden Jokowi dijadwalkan berpidato di Parlemen Pakistan sekitar pukul 18.00 pada hari pertama lawatannya.

Jokowi akan menjadi presiden kedua Indonesia yang berpidato di Parlemen Pakistan. Sebelum Jokowi, Presiden Soekarno pernah pidato di Parlemen Pakistan pada 26 Juni 1963.