Miliarder Saudi Pangeran Alwaleed Dibebaskan Dari Penjara

Foto businessinsider
Foto businessinsider

Riyadh,Sayangi.com- Milyuner Arab Saudi Pangeran Alwaleed bin Talal, salah satu pengusaha internasional utama kerajaan tersebut, dibebaskan dari penahanan pada hari Sabtu. Ia sudah mendekam di balik terali besi lebih dari dua bulan setelah kerajaan ini berperang dengan korupsi.

Pembebasannya dilakukan beberapa jam setelah dia mengatakan kepada Reuters dalam sebuah wawancara di hotel Ritz-Carlton Riyadh. Saat wawancara tersebut Alwaleed menyatakan bahwa dia akan dibebaskan dari semua tuduhan bersalah dalam beberapa hari.

Seorang pejabat senior Saudi mengatakan Pangeran Alwaleed dibebaskan setelah dia mencapai penyelesaian keuangan dengan jaksa agung. Dilaporkan bahwa “Jaksa Agung telah menyetujui penyelesaian permukiman yang dilakukan Pangeran Alwaleed bin Talal ini.

Dan pangeran Alwaleed telah pulang ke rumah pada pukul 1100 pagi waktu setempat (0800 GMT),” kata pejabat tersebut kepada Reuters, tanpa memberikan rincian persyaratannya.

Keputusan untuk membebaskan dan melepaskan beberapa konglomerat terkenal lainnya diputuskan hari Jumat minggu lalu. Keputusan diatas menjadi bagian utama penyelidikan korupsi yang mengguncang dunia politik dan bisnis Saudi.

Dalam wawancara pertamanya beberapa jam sebelum dibebaskan, Pangeran Alwaleed mengatakan kepada Reuters bahwa dia tidak bersalah dalam melakukan pembicaraan dengan pihak berwenang.

Dia juga mengatakan bahwa dia berharap untuk tetap memegang kendali penuh atas firma investasi globalnya, Kingdom Holding Co 4280.SE tanpa harus memberikan aset kepada negara.

Alwaleed mengatakan bahwa dia bisa berkomunikasi dengan para eksekutif di bisnisnya saat ditahan. Pangeran Alwaleed, yang berusia awal 60an, menggambarkan pengurungannya sebagai “kesalahpahaman”. Iapun mengatakan bahwa dirinya mendukung upaya reformasi oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

“Tidak ada biaya. Hanya ada beberapa diskusi antara saya dan pemerintah, “katanya. Seperti diberitakan sebelumnya Pangeran Alwaleed telah ditahan  di Ritz-Carlton sejak awal November.

Ia ditahan  bersama dengan puluhan pejabat senior dan pebisnis lainnya. Penahananya merupakan  bagian dari rencana mahkota raja untuk mereformasi pemerintahan Arab Saudi dan memperkuat posisinya.

Sumber yang membocorkan menolak memberi keterangan lebih rinci tentang kesepakatan antara Alwaleed dan pemerintah Saudi. Meski demikian, dia mengonfirmasi bahwa Pangeran Alwaleed tetap memimpin Kingdom Holding.

Dilansir dari reuters.com (29/1) Bankir yang memiliki kesepakatan dengan Saudi yang enggan disebutkan namanya menjelaskan,pemerintah kerajaan tampaknya menyimpulkan penyelidikan korupsi itu akan menghkawatirkan para investor asing terhadap  aset mereka.  Dan mitra bisnisnya perusahaan  lokal  dapat menjadi target pembersihan korupsi skala luas.

Penahanan Pangeran Alwaleed mengkhawatirkan bagi warga asing karena pengaruhnya secara internasional sebagai investor di perusahaan-perusahaan Barat seperti Twitter dan Citigroup. Alwaleed juga memiliki sejumlah hotel ternama termasuk George V di Paris dan Plaza di New York.

“Kerajaan memberi sinyal bahwa mereka ingin bergerak ke fase baru sekarang, menjauh dari pembersihan korupsi dan menuju reformasi ekonomi lainnya,” kata bankir tersebut.