Rusia Tuduh Amerika Serikat Intervensi Pemilu

Foto New York Review of Book
Foto New York Review of Book

Moskow,Sayangi.com– Tuduhan AS intervensi Pemilu Rusia diajukan menjelang laporan keuangan A.S. yang mengidentifikasi rekan terdekat Presiden Vladimir Putin untuk kemungkinan sanksi.

Seorang juru bicara Kremlin pada hari Senin menuduh A.S. mencoba mencampuri pemilihan presiden Rusia yang akan datang. Ini lantaran laporan keuangan A.S. yang dapat menyebabkan sanksi ekonomi lebih besar terhadap Rusia.

Laporan dijadwalkan diserahkan ke kongres pada akhir hari Senin waktu Amerika. Laporan ini diperkirakan akan mencantumkan daftar oligarki pengusaha kaya Rusia beserta detail hubungannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin

Presiden A.S. Donald Trump telah menandatangani undang-undang perpajakan reformasi sweeping ke dalam undang-undang di Oval Office di Gedung Putih 22 Desember 2017 di Washington, DC.

Terkait laporan diatas, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan pada konferensi hari Senin menyatakan “Kami berpikir bahwa ini adalah tindakan langsung dan jelas untuk mencampuri pemilihan kami untuk mempengaruhi para pemilih.”Kami tidak setuju dengan ini, dan kami yakin ini tidak akan berpengaruh.”

Peskov meyakini bahwa publikasi laporan tersebut akan ditindak lebih lanjut sehingga kepentingan Rusia akan terjamin. “Penerbitan daftar ini sendiri tidak berarti apa-apa,” kata Peskov. “Ini bukan awal dari gelombang sanksi baru. Jadi kita harus menganalisis apa yang akan terjadi selanjutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya Rusia akan menggelar pemilu pada 18 Maret mendatang. “Penerbitan daftar ini sendiri tidak berarti apa-apa,” kata Peskov. “Ini bukan awal dari gelombang sanksi baru. Jadi kita harus menganalisis apa yang akan terjadi selanjutnya. ”

Komentar Peskov muncul di tengah beberapa penyelidikan atas tuduhan bahwa Rusia mencampuri pemilihan presiden AS tahun 2016. Tuduhan tersebut telah berulang kali dibantah pejabat Kremlin.

Seperti diberitakan sebelumnya pemilihan presiden Rusia ditetapkan pada 18 Maret. Pendukung Putin dan beberapa survey yakin bahwa Putin akan memenangkan masa jabatan keempat sebagai presiden.

sumber:usnews.com