Soal Penerbitan Sertifikat HGB Pulau Reklamasi, Polisi Panggil Pegawai BPN Jakarta Utara

Proyek Reklamasi Teluk Jakarta

Jakarta, Sayangi.com – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, pihaknya telah memanggil pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Utara. Pemanggilan pegawai BPN tersebut dalam kapasitas sebagai saksi, kasus dugaan korupsi proyek reklamasi Teluk Jakarta.

Kata Argo, pegawai BPN itu dimintai keterangan terkait penerbitan sertifikat Hak Guna Bangun (HGB) pulau yang ada disana. Pemeriksaan tersebut dilakukan pada Rabu (31/1) kemarin.

“Semuanya kita tanyakan, apakah proses penerbitan sertifikat itu sudah memenuhi, sesuai dengan aturan atau tidak disitu,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (1/2).

Menurut Argo, polisi juga masih menyelidiki berapa Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) yang ada di pulau tersebut. Karena berdasarkan data, NJOP di pulau tersebut sekitar Rp3,1 juta permeternya.

“Kita tanyakan apakah yang bersangkutan ikut suatu agenda rapat. Lalu kemudian apa yang dibicarakan, gimana caranya penentuan NJOP dan lainnya,” tutur Argo.

Lebih jauh Argo mengatakan, pemeriksaan kasus ini tidak akan berhenti di pegawai BPN tersebut. Menurutnya, seluruh pihak yang terkait atau diduga mengetahui tentang kasus tersebut akan dimintai keterangannya.

“Semua lembaga maupun instansi tingkat Pemprov DKI Jakarta, ataupun setingkat kelembagaan yang terkait dengan reklamasi pasti akan dimintai keterangannya,” tandasnya.

Seperti diketahui, penyelidikan kasus ini dimulai sejak bulan September 2017 lalu. Kasus ini sudah dinaikkan statusnya dari penyelidikan ke tahap penyidikan, lantaran ditemukannya dugaan korupsi pada proyek reklamasi ini.