Korut Dapatkan Suku Cadang Nuklir Korut Dari Jerman

Foto Daily Express
Foto Daily Express

Berlin,Sayangi.com- Menurut badan intelijen Jerman Bundesamts für erfassungsschutz (BfV) Korut memperoleh suku cadang dan teknologi senjata nuklir lewat kedutaan mereka di Berlin.

Dikutip dari wtkr.com (6/2) Kepala Badan Keamanan Jerman (BfV), Hans -Georg Maassen, mengatakan kepada ARD afiliasi CNN mengatakan pandangan kami, banyak upaya menghadang yang bisa dihadang,namun tidak semuanya terdektesi oleh kami.

“Jika kita menemukan hal seperti itu, kita menghentikannya. Namun kita tidak dapat menjamin bahwa hal ini dapat dicegah dalam semua kasus,” ungkapnya.

Maassen mengatakan pihak berwenang percaya bahwa bagian-bagian untuk program senjata Korea Utara “diperoleh melalui pembeli bayangan atau pasar gelap di luar negeri. Lalu kemudian mereka beli di Jerman,”

Banyak pembelian disebut barang dual-use yang bisa digunakan untuk tujuan sipil dan militer, katanya. Pihak berwenang Jerman menerima bukti pembelian produk yang ditujukan untuk program rudal Korea Utara pada 2016 dan 2017, menurut dokumenter tersebut.

Laporan tersebut juga menuduh seorang diplomat Korea Utara mencoba pada tahun 2014 untuk mendapatkan sebuah monitor yang mengukur emisi gas selama produksi senjata kimia. CNN berusaha untuk menghubungi pihak berwenang Korea Utara namun mereka tidak dapat memberikan komentar saat penerbitan.

Komentar Maassen datang saat PBB menyebutkan dalm laporan bahwa Korut memperoleh hampir US$200 juta tahun lalu yang melanggar sanksi internasional. Tujuan ekspor itu antar lain ke China, Rusia dan Malaysia.

Uji senjata berulang-ulang Korut membuat Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi yang semakin ketat terhadap Pyongyang pada tahun 2017. Langkah-langkah tersebut, disahkan setelah lobi yang intens oleh Washington. Lobby tersebut menghasilkan PBB mmeberikan sanksi dari segi energi, transfer uang serta pengiriman.

Namun, Penyelidik PBB dalam sebuah laporan baru-baru ini menemukan bahwa Korea Utara “telah mencemoohkan resolusi terbaru dengan memanfaatkan rantai pasokan minyak global. Tak jarang Korut melibatkan warga negara asing,pasokan minyak melalui lepas pantai dan dalam sistem perbankan internasional.