Beijing Sangkal 30.000 Militernya Dekati Korut GunaPersiapan Perang

Parade Militer China. Foto India Express
Parade Militer China. Foto India Express

Beijing,Sayangi.com- Kementerian Pertahanan Nasional China hari Selasa kemarin menolak laporan media bahwa pasukan tentaranya telah dipindahkan ke perbatasan China Korea Utara. Selain membantah soal pemindahan Tentara, Beijing juga membantah bahwa China mempersiapkan pertahanan rudal guna persiapan perang.

Laporan media tersebut tidak benar, “kantor informasi kementerian tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan. Surat kabar Korea Selatan Chosun Ilbo telah melaporkan pada hari Senin sekitar 30.000 tentara PLA telah dipindahkan ke perbatasan. Chosun Ilbo juga menuliskan kemungkinan tindakan  diatas untuk persiapan perang. Selanjutnya, media ini menuliskan  pertahanan baterai sistim pertahanan rudal sedang diaktifkan “di dekat waduk Korea Utara oleh sungai Apnok dan Duman.”

Kantor Informasi Kementerian Pertahanan Nasional China menolak kedua berita diatas. Kantor ini selanjutnya mengutip Wu Qian, juru bicara Kemetrian Pertahanan yang bulan lalu mengatakan  “Ketika Presiden Xi Jinping mengunjungi Amerika Serikat pada tahun 2015, dia mengatakan bahwa itu selalu ada waktu tepat untuk melakukan apa yang benar. Diapun menambahkan bahwa,” kami berharap ketegangan akan berkurang dan perdamaian dan stabilitas akan tercipta  di Semenanjung Korea. ”

Pada tanggal 12 Januari, Harian PLA menerbitkan sebuah komentar yang memperingatkan bahwa “perang tidak jauh dari kita.” “Situasi regional di sekitar China rumit dan tidak stabil. Dan bahaya bersembunyi di bawah kedamaian.

China tidak mampu mengatasi kegagalan militer. Jadi kita harus sepenuhnya sadar akan potensi krisis dan bersiap menghadapi peperangan setiap saat,” kata suratkabar militer utama negara tersebut seperti dikutip oleh Global Times.

Daily NK, kantor berita yang berbasis di Seoul, melaporkan pada tanggal 3 Januari bahwa pada akhir Desember, puluhan truk militer telah ditemukan dalam perjalanan menuju perbatasan Korea Utara.

Warga sipil rupanya terpukau oleh besarnya konvoi militer yang melewati Provinsi Yanji yang menuju ke perbatasan Korea Utara. Namun konvoi militer melakukan perjalanan pada malam hari untuk menghindari perhatian.

“Ada banyak truk yang menyebabkan kemacetan di jalan. Tidak pernah ada situasi seperti ini sebelumnya dimana begitu banyak truk hadir di daerah Yanji dekat perbatasan,” tulis Daily NK mengutip sebuah sumber