Pengamanan Pilkada, Polri Kedepankan Upaya Preventif Namun Juga Siapkan Langkah Represif

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian di Mako Birmob Polri, Kelapa Dua, Depok pada Kamis (15/2). (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Musim Pilkada semakin di depan mata, saat ini mulai masuk kampanye para calon kepala daerah. Sebagai pihak yang bertanggungjawab menjaga Pilkada berjalan lancar, Polri tentu telah menyiapkan langkah pengamanan.

Kapolri Jenderal Pol Muhammad Tito Karnavian mengatakan, pihaknya telah menentukan setting pengamanan Pilkada. Bahkan di tiap Polda hingga Polres, telah memetakan dimana saja titik rawan konflik Pilkada.

“Semua Polda, Polres di masing-masing wilayah sudah membuat prioritas kerawanan,” tegas Tito di Korps Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis (15/2).

Untuk pengamanan Pilkada kali ini, kata Tito, Polri menitikberatkan pada langkah-langkah preventif. Sehingga segala bentuk kampanye hitam dapat dicegah sebelum terjadi, dan dapat memanaskan suasana.

Tito juga menuturkan, ada kemungkinan suhu politik di berapa daerah akan panas pada Pilkada ini. Namun, karena masa kampanye yang cukup panjang, mobilisasi massa tidak akan terlalu masif.

“Beda sama kampanye yang cuma dua atau tiga minggu, itu mobilisasinya massanya besar. Ini mungkin kampanyenya ada mobilisasi massa, tapi saya kira tidak akan terjadi besar sekali,” terangnya.

Mantan Kapolda Metro Jaya ini juga menjelaskan, bahwa jajaran Polri juga mengantisipasi kemungkinan terjadinya kampanye hitam di media sosial. Oleh karenanya, Polri juga akan melakukan imbauan-imbauan di media sosial.

“Kita juga memperkuat patroli di siber, di media sosial,” tegasnya.

Meski mengedepankan langkah preventif, namun kata Tito, Polri juga menyiapkan langkah pengamanan terbuka. Hal ini tentunya untuk berjaga-jaga, andaikata ada suatu peristiwa yang tidak diinginkan.

“Polri juga menyiapkan rencana yang bersifat pengamanan terbuka, maupun upaya represif dan kontijensi, kalau seandainya terjadi peristiwa-peristiwa yang mungkin diluar dugaan kita,” kata Tito.