Arab Saudi Bolehkan Wanita Berwiraswasta Tanpa Izin Suami

Foto Yahoo
Foto Yahoo

Riyadh,Sayangi.com– Wanita di Arab Saudi sekarang dapat membuka usaha mereka sendiri tanpa persetujuan suami atau saudara laki-laki. Ini karena kerajaan Saudi mendorong untuk memperluas sektor swasta yang tumbuh dengan cepat.

Perubahan kebijakan tersebut, yang diumumkan oleh pemerintah Saudi pada hari Kamisminggu lalu. Hal ini juga menandai sebuah langkah besar dari sistem perwalian ketat yang telah memerintah negara tersebut selama beberapa dekade.

“Sekarang Wanita melakukan bisnis mereka sendiri dan mendapatkan keuntungan dari (pemerintah) e-services tanpa harus membuktikan persetujuan dari wali,” ungkap kementerian perdagangan dan investasi di situsnya.

Di bawah sistem perwalian Saudi Arabia yang lama , biasanya wanita diwajibkan untuk menunjukkan bukti izin dari seorang “wali” laki-laki biasanya suami, ayah atau saudara laki-laki diserahkan dan menjadi dokumen pemerintah, jika ingin bepergian atau mendaftar ke sekolah.

Untuk mengurangi kebergantungan pada produksi minyak mentah dalam pendapatan ekonomi, Arab Saudi mendorong dan memperluas peran sektor swasta negara tersebut. Hal ini termasuk perluasan pekerjaan perempuan di bawah rencana reformasi untuk era pasca-minyak.

Sementara wanita masih menghadapi sejumlah pembatasan di kerajaan Muslim ultrakonservatif, kantor jaksa penuntut umum Arab Saudi bulan ini mengatakan akan mulai merekrut penyidik ​​wanita untuk pertama kalinya.

Dilansir dari timesofindia (19/2) kerajaan ini juga telah membuka 140 posisi untuk wanita di bandara dan penyeberangan perbatasan. Untuk yang pertama kalinya dalam sejarah kerajaan ini dan jabatan-jabatan tersebut telah mendatangkan 107 ribu pelamar perempuan.

Putra Mahkota Mohammed bin Salman (32 tahun), pewaris tahta kekuasaan, telah memimpin untuk memperluas peran wanita dalam angkatan kerja dalam beberapa bulan terakhir. Ia menjanjikan “Arab Saudi yang moderat dan terbuka” pada bulan Oktober tahun lalu.

Sebelumnya pada bulan September Ayahnya, Raja Salman, menyetujui berakhirnya larangan mengemudi selama berpuluh-puluh tahun, yang mulai berlaku pada bulan Juni tahun ini.