Ahli IT Sebut Hacker Korut Lebih Piawai Dibanding Rusia

Foto VOA News
Foto VOA News

Moskow,Sayangi.com- Korea Utara menimbulkan ancaman serangan cyber skala besar yang lebih besar daripada Rusia.

Berbicara kepada Guardian, Dmitri Alperovitch pendiri perusahaan informasi Crowdstrike mengatakan: “Pada 2018, kekhawatiran terbesar saya adalah tentang Korea Utara. Negara ini dapat melakukan serangan yang merusak khususnya di sektor keuangan, dalam upaya mencegah serangan Amerika terhadap fasilitas nuklir mereka.

“Terlepas dari apakah serangan militer benar-benar ada atau tidak, yang penting adalah apakah mereka pikir kemungkinan akan terjadi. Menurut informasi, yang ia himpun Korea Utara telah terlibat dalam sejumlah serangan siber selama beberapa tahun terakhir, terutama terhadap Korea Selatan. Sebuah kelompok peretas bernama Lasarus diyakini berasal dari Korea Utara.

Tahun 2017 lalu “kelompok Lazarus”, sebuah unit hacking elit Korea Utara, diyakini telah menciptakan dan menggunakan ransomworm WannaCry. Serangan siber tidak hanya mengalami kenaikan, tapi serangan tersebut menggambarkan bahwa tingkat kecanggihan itu akan menjadi ancaman secara global,” ungkap Alperovitch.

Berbicara sebelum peluncuran laporan ancaman tahunan Crowdstrike, ia mengatakan bahwa, “Musuh berbasis negara yang disebut Democratic People’s Republic of Korea (DPRK) akan terus melakukan aktivitas kecenderungan cyber jahat melawan entitas di Korea Selatan, Jepang dan Amerika Serikat.

Akses jaringan yang diperoleh melalui alat akses jarak jauh dapat digunakan untuk menyebarkan malware palsu.”Penargetan khusus ini mungkin mewakili sikap DPRK yang dapat memberikan dampak merusak terhadap infrastruktur penting AS, jika terjadi konflik militer,ungkapnya.

sumber:Guardian