Gurun Oman : Jalan Menuju Planet Mars

Foto National Geographic
Foto National Geographic

Oman,Sayangi.com- Di bawah teriknya matahari di gurun terpencil di Oman, sekelompok antariksawan dan ilmuwan menirukan Life on Mars atau kehidupan di Mars. Mereka berharap eksperimen mereka itu akan membuka jalan bagi perjalanan sesungguhnya ke planet merah itu dalam puluhan tahun mendatang.

Gurun Dhofar di Oman dikenal karena kondisinya yang ekstrem. Gurun ini adalah salah satu tempat terbaik di bumi bagi 200 ilmuwan dari 25 negara untuk menguji-lapangan teknologi bagi misi berawak ke Planet Merah.

Salah satu tes itu adalah menentukan apakah habitat tiup seberat dua setengah ton bisa bertahan dalam kondisi cuaca gurun yang ekstrem dan melindungi penghuninya.

Dikutip dari VOA (3/1) Kartik Kumar, antariksawan yang terlibat uji lapangan itu mengatakan, “Elon Musk dan timnya baru saja membuktikan bahwa roket Falcon Heavy berhasil.

Sebagian besar percobaan ilmiah itu, yang kini sedang dilakukan untuk menyiapkan ekspedisi antar-planet, dilakukan di Bumi. Lingkungan yang ekstrem dari Arizona sampai Siberia telah digunakan untuk menirukan kondisi berbahaya di antariksa. Ditempat inilah para ilmuwan menyempurnakan kapsul, pesawat pendarat, kendaraan penjelajah atau rover dan baju antariksa.

Badan-badan antariksa menyebut tempat-tempat itu “analog” karena menyerupai kondisi ekstrem yang mungkin dihadapi antariksawan. Gernot Groemer, komandan misi Amadee-18, mengatakan, “Jika kita melihat lansekapnya, di perbukitan itu, ada tempat dalam kegersangan Gurun Dhofar yang menakjubkan ini, yang sangat mirip Mars.

Tidak hanya tampilannya, tetapi juga dari segi mineraloginya, kemiripan butiran pasirnya, dan juga banyak aspek lain,ungkap Groemer. Ilmuwan dari seluruh dunia menyarankan eksperimen misi selama sebulan itu diberi nama AMADEE-18. Eksperimen itu termasuk menggunakan baju baru antariksa, disebut Aouda.

Begitu berhasil masuk ke dalam baju seberat 50 kilogram itu, antariksawan menghubungkan Aouda ke instrumen ilmiah melalui USB. Penutup muka akan menampilkan peta, komunikasi dan data sensor.

Baju canggih itu disebut “pesawat antariksa pribadi” karena antariksawan bisa bernafas, makan dan melakukan berbagai eksperimen ketika mengenakannya.