Viral Video : Majikan Hongkong Pukul dan Ancam Bunuh TKI

Ilustrasi TKI. Foto Istimewa
Ilustrasi TKI. Foto Istimewa

Hongkong,Sayangi.com- Viral tayangan video live di Facebook menunjukkan seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) di Hong Kong dipukuli bahkan diancam dibunuh oleh majikannya. Viral video nampak terlihat majikan meneriaki pembantu rumah tangga Indonesia dengan kalimat “anjing”.

Video tersebut telah diunggah di halaman Facebook Time News International. Di awal video, TKI itu terdengar; ”Untuk hal-hal kecil Anda selalu masuk (ke kamar saya) seperti ini.”

Keluhan TKI Indonesia itu membuat majikan Hongkong tersinggung. Korbanpun terdengar mengucapkan beberapa kalimat dalam bahasa Indonesia. ”Ya Tuhan, saya dipecat. Saya tidak menerima dia berbicara seperti itu kepada saya,” kata TKI tersebut berulang kali.

Ucapannya sebagai respons karena sang majikan mengumpat kasar dengan bahasa China, termasuk meneriakinya dengan kata-kata tak pantas. Majikan TKI tersebut seorang wanita tua itu tidak suka mendengar korban berbicara dengan bahasa Indonesia.

“Mengapa Anda tidak berbicara bahasa China? Kenapa Anda berbicara bahasa lain? Saya tidak mengerti,” teriak majikan tersebut.

”Kamu jahat, akamu katakan tentang saya? Bicaralah! Ucapkan dalam bahasa saya. Apa yang kamu katakan? Gunakan bahasa China,” lanjut teriakan majikan sambil memukuli TKI tersebut.

Tak berhenti disitu adegan kekerasan berlanjut gambarterlihat upaya majikan menyeret pembantu rumah tangga itu dari tempat tidur. Sambil teriak majikannya, menyuruhnya pergi, dan bahkan mengancam akan membunuhnya. Ancaman itu dijawab korban dengan ucapan; ”Bunuh saya saat ini”.

Saat video diviralkan, identitas pelaku kekerasan juga belum diketahui indentitasnya. Video kekerasan ini telah ditonton lebih dari 800.000 kali dalam waktu 24 jam. Banyak komentator merespons dengan komentar marah dalam bahasa Indonesia dan Tagalog. Mereka menyerukan agar polisi Hongkong menyelidiki penyiksaan tersebut.

Sejak video kekerasan itu viral di media sosial, pihak kepolisian Hong Kong melakukan penyelidikan pada hari Kamis. Namun, hingga berita ini diturunkan Polisi Hongkong belum memberi keterangan.