Polisi Periksa Empat Driver Ojol Terkait Pengeroyokan Pengemudi Mobil di Pasar Senen

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta, Sayangi.com – Kasus pengeroyokan yang diduga dilakukan oknum pengemudi ojek online kembali terjadi. Video pengeroyokan itu bahkan sempat viral di media sosial akhir-akhir ini.

Diketahui pengeroyokan menimpa pengemudi mobil Nissan X-Trail dan terjadi di kawasan underpass Pasar Senen, Jakarta Pusat. Saat ini kasus dugaan pengeroyokan itu masih terus didalami oleh pihak Polres Jakarta Pusat.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Tahan Marpaung mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus itu. Saat ini polisi tengah mencari pelaku pengeroyokan, melalui video yang tersebar di media sosial.

“Kan wajahnya ada di grup (media sosial) mereka itu. Nanti akan kami telusuri dari sana,” ujar Marpaung saat dikonfirmasi, Jumat (2/3).

Dikatakan Marpaung, pihaknya akan meminta keterangan dari A dan AL, sebagai saksi korban. Akibat pengeroyokan tersebut, keduanya mengalami luka-luka.

“Masih sama seperti kemarin. Nanti korban akan kami akan periksa lagi,” terangnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono juga telah membenarkan adanya kejadian tersebut. Hingga saat ini sudah ada sejumlah saksi yang telah dimintai keterangan.

“Polres Metro Jakarta Pusat masih menyelidiki. Sudah diperiksa lima saksi, pertama pelapor dan empat orang dari pihak ojek online,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya.

Namun Argo belum dapat menyampaikan informasi apa yang didapatkan penyidik dari keterangan para saksi. Pasalnya, penyidik masih mengumpulkan keterangan lain dari para saksi.

“Kita sedang kumpulkan para saksi lain, nanti kalau perkembangan lebih lanjut kami kabari,” tuturnya.

Seperti diketahui, sebuah mobil dan pengendaranya menjadi sasaran main hakim sendiri sekelompok pengemudi ojek online, di Underpass Senen, pada Rabu (28/2) malam. Saat itu, pengemudi mobil putih mengklakson para pengemudi ojek online, agar diberi jalan.

Adapun kondisi jalan saat itu tengah macet, karena beberapa pengemudi ojek online berhenti di tepi jalan. Sejumlah pengemudi yang tidak terima dengan kelakuan korban lantas merusak dan menganiaya korban hingga luka.