Atas Nama Tegaknya Pemberantasan Korupsi China Cabut Batasan Presiden

Foto wsj
Foto wsj

Beijing,Sayangi.com– Ribuan anggota Kongres Rakyat China bertepuk tangan sebagai bentuk dukungan atas usulan pencabutan masa jabatan presiden.

Pencabutan UU ini akan memberikan kesempatan Presiden Xi Jinping untuk memerintah China lebih dari dua periode. Dilansir dari telegraph.co.uk (6/3) usulan tersebut sudah diumumkan oleh Partai Komunis China Februari lalu.

Pencabutan UU pembatasan presiden  secara resmi baru akan disahkan hari Minggu (11/3). Usulan presiden lebih dua periode tersebut dipastikan tidak akan ada hambatan.

Kongres yang digelar kali ini di Balai Rakyat Beijing itu hanya berfungsi sebagai “forum pengesahan” dari rancangan yang telah disiapkan partai. Bagaimanapun pencabutan masa jabatan presiden itu bakal berpengaruh bagi politik dalam negeri China.

“Jinping makin menancapkan pengaruhnya selama beberapa dekade. Lewat Partai komunis China, Jinping begitu mendominasi kehidupan masyarakat di negeri Tiongkok ini.Pemimpin berusia 64 tahun tersebut mendapat julukan “Papa Xi” dan mulai dijadikan lagu oleh banyak orang.

Xi Jinping mendapat tempat di hati rakyat China karena melembagakan kampanye anti- korupsi. Namun tidak sedikit yang menduga kebijakan yang ia buat juga digunakan untuk menyingkirkan lawan politiknya.

Untuk bisa menyukseskan kampanye pemberantasan korupsi, Jinping mendapat julukan core atau inti di tubuh partai. Di China, hanya ada tiga pemimpin yang mendapat julukan Core. Yakni Mao Zedong, Deng Xiaoping, dan Xi. “Kalau pencabutan masa jabatan dua periode berhasil, mungkinkah upaya memerangi korupsi bakal lebih maksimal?,”

Hua Po, pengamat politik di Beijing kepada AFP berujar, Jinping mempunyai tugas untuk menghancurkan ancaman atas partai dan negara. “Jika Jinping hanya dibatas dua periode saja, maka terjadi kekhawatiran nantinya China bakal dipimpin oleh pemimpin korup,” terang Hua.

Selain menabuh genderang perang terhadap korupsi, Xi juga memperlihatkan visi politik mumpuni. Dia mendorong proyek One Belt One Road untuk membangun perdagangan global.