Hormati Proses Demokrasi, Polri Tunda Proses Hukum Cakada Hingga Pilkada Usai

Kapolri Jenderal Pol Muhammad Tito Karnavian. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Kapolri Jenderal Pol Muhammad Tito Karnavian mengatakan, dirinya telah menginstruksikan jajarannya untuk menunda proses hukum terhadap calon Kepala Daerah (Cakada), hingga proses Pemilukada selesai. Hal ini, kata Tito, semata-mata untuk menghormati proses demokrasi yang tengah berlangsung.

“Saya perintahkan untuk menghentikan itu, proses hukumnya ditunda, bukan dihentikan. Ditunda sampai dengan nanti Pilkada selesai, baru kita lanjutkan,” ujar Tito dalam acara Rakernis Bareskrim Polri, di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Selasa (6/3).

Polri, lanjut Tito, ingin menempatkan diri sebagai institusi yang benar-benar netral. Oleh karena itu, Polri tidak ingin mencampuri proses politik yang saat ini tengah berjalan.

“Kalau yang sudah ditetapkan oleh KPU, bukan hanya perorangan, dia pasangan calon, tapi juga gerbongnya. Kita hormati partai pendukungnya, kita hormati massa pendukungnya. Karena kalau seandainya diproses hukum, nanti Polri dianggap bermain politik dan lain-lain,” jelasnya.

Selain itu, mantan Kepala BNPT ini berharap, Pemilukada 2018 ini dapat berjalan demokratis dan terbebas dari praktik kecurangan seperti politik uang. Sehingga Polri bekerjasama dengan penyelenggara Pemilu membentuk Satgas Money Politic.

“Satgas sudah kita bentuk, gabungan dari Mabes Polri dan beberapa Polda dan Polres. Jumlahnya cukup banyak, dan kita akan melakukan langkah seperti OTT (Operasi Tangkap Tangan),” kata Tito.

Lebih jauh mantan Kapolda Papua ini menegaskan, bahwa Polri tidak memandang bulu dalam melakukan OTT, bila ada indikasi politik uang saat Pilkada. Semua pihak dapat terjerat OTT dari Satgas Money Politic Polri.

“Targetnya siapa saja, Panwaslu, KPU, dan peserta Pilkada yang kita melihat pelanggaran hukum, yang berhubungan dengan tindak pidana korupsi. OTT akan ditingkatkan dan agar supaya ada efek deteren (mencegah sebelum terjadi),” tuturnya.