Yusril Mengajak Umat Islam Indonesia Peduli dan Mau Terjun ke Politik

Ketua Umum Partai Bulan bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra.

Jakarta, Sayangi.com – Politisi senior Yusril Ihza Mahendra mengatakan, bahwa Islam mengajarkan bahwa kehidupan politik haruslah didasarkan atas keadilan, keseimbangan dan proporsionalitas. Tanpa adanya hal itu, maka konflik dan perpecahanlah yang akan terjadi, bukan kedamaian, kemajuan dan kesejahteraan.

Oleh karenanya, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) ini mengajak umat Islam agar aktif berpartisipasi dalam kegiatan politik. Hal ini tentunya agar kebijakan negara sejalan dengan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin dapat diterapkan, demi kemaslahatan dan kemajuan bangsa.

Mengenai Indonesia yang majemuk, Yusril mengatakan, hal itu adalah suatu keniscayaan yang harus diterima. Islam sendiri telah memberikan bimbingan bagaimana hidup dalam kemajemukan.

“Umat Islampun sepanjang sejarahnya telah terbiasa hidup berdampingan secara damai, atas dasar menghormati dan saling menghargai dalam kebersamaan,” ujar Yusril dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (10/3).

Menurut Yusril, ada tiga hal penting yang harus dijaga demi terciptanya harmoni dalam kemajemukan negeri, yaitu keadilan, keseimbangan dan proporsionalitas dalam semua aspek kehidupan. Dalam pengisian jabatan politik dan penerapan kebijakan sosial ekonomi, penerapan ketiga prinsip itu sangat mutlak untuk menjaga agar bangsa ini tetap utuh dan bersatu selamanya.

“Ketiganya hanya bisa ditegakkan jika umat Islam terlibat langsung ke dalam politik, bukan sekedar jadi penonton,” katanya.

Pakar hukum tata negara ini juga menjelaskan, di dalam UUD tidak diatur mengenai keistimewaan atau pengaturan khusus mengenai umat Islam. Maka tidak ada jalan lain bagi umat Islam kecuali mampu berkompetisi dan mengatur strategi secara tepat, untuk membangun kebijakan dan melakukan kontrol terhadapnya.

“Tanpa mampu berkompetisi dan memegang kekuasaan politik secara adil, proporsional dan seimbang, maka Islam dan umat Islam di negeri ini akan tersingkir,” tegasnya.

Lebih jauh Yusril mengajak umat Islam untuk terjun langsung ke politik. Jangan sampai justru Islam di Indonesia tersingkirkan, karena umat Islam yang acuh terhadap politik.

“Jangan ada lagi umat Islam yang acuh tak acuh kepada politik, atau juga tergadai akidah politiknya karena rayuan materi,” pungkasnya.