China Amandemen Konstitusi, Xi Jinping Berpeluang Jadi Presiden Seumur Hidup

Dengan perubahan konstitusi ini, Presiden Xi Jinping bisa menjabat kembali setelah periodenya  keduanya berakhir pada 2023, bahkan bisa berkuasa seumur hidup/RTE.

Beijing, Sayangi.Com– Kongres Rakyat Nasional (NPC) China di Beijing, yang berakhir Minggu (11/3) kemarin, mengamandemen sejumlah pasal dalam konstitusi negara tersebut, termasuk mencabut pasal yang membatasi masa jabatan presiden hanya dua periode (lima tahun berturut-turut).

Dengan keputusan ini, Presiden Xi Jinping dapat kembali menjabat setelah periode keduanya berakhir pada tahun 2023. Perubahan konstitusi ini juga membuka jalan bagi Xi Jinping untuk menjadi Presiden seumur hidup.

Kongres Rakyat Nasional, yang lebih merupakan seremoni pengesahan atas usulan-usulan yang sudah lebih dulu disiapkan Partai Komunis China, diikuti hampir 3.000 delegasi. Dari surat suara yang dihitung, 2.964 menyatakan setuju pencabutan pasal yang membatasi masa jabatan presiden, dua suara menentang, dan tiga abstain.

Kongres Rakyat Nasional di Beijing, biasanya hanya menjadi pengesahan rancangan yang sudah disiapkan Partai Komunis Cina/ AFP

Pembatasan masa jabatan Presiden selama 10 tahun ditetapkan oleh Deng Xiaoping pada 1980-an untuk menghindari terulangnya kembali kekacauan di era Mao, yang memerintah lebih dari 30 tahun. Dua pendahulu Xi Jinping mengikuti pola suksesi yang teratur, namun Xi, sejak berkuasa, sudah memperlihatkan bahwa dia ingin memiliki peraturan sendiri.

Dalih Pemberantasan Korupsi

Lahir pada tahun 1953, Xi merupakan putra dari salah seorang pendiri Partai Komunis. Dia bergabung dengan partai pada tahun 1974 dan menapak karier hingga menjadi presiden pada tahun 2013.

Di bawah kepemimpinannya, Cina menempuh reformasi ekonomi, kampanye antikorupsi yang tegas, dan kebangkitan nasionalisme namun dengan pemberangusan hak-hak asasi.

Upaya pemberantasan korupsi -yang populer di kalangan rakyat bawah- agaknya memang menjadi faktor penting dalam membuka peluang bagi Xi untuk tetap menjabat presiden setelah berakhirnya masa jabatan keduanya tahun 2023 mendatang.

“Salah satu tugas terbesarnya setelah dia berkuasa adalah mencabut semua ancaman atas partai dan negara. Untuk melakukan itu, tidak cukup baginya jika hanya menjabat dua periode,” jelas Hua Po, seorang pengamat politik di Beijing kepada kantor berita AFP.

Hua Po berpendapat jika Xi ‘mengalihkan kekuasaan pada akhir masa jabatan keduanya, “Kemungkinan besar kekuasaan akan kembali ke tangan-tangan korup dan kelas elite sehingga semua upaya dalam beberapa tahun akan percuma.”

Bagaimanapun sejumlah pengamat melihat upaya Presiden Xi dalam memberantas korupsi juga digunakan untuk menggeser lawan-lawan politiknya walau anggapan itu dibantah keras oleh para pendukungnya.

Sumber: CNN/BBC