Bertahun-tahun Tinggal di Hotel, CW Mengaku Dapat Bantuan Pihak Gereja

CW saat mendatangi Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (16/2). (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Perempuan terduga penganiaya lima anak asuhnya, CW (60), diketahui sejak 2009 telah mengasuh anak-anak itu. Selama itu pula CW selalu tinggal berpindah-pindah di sejumlah hotel mewah.

Saat ditemui awak media disela pemeriksaan yang dilakukan Ditreskrimum Polda Metro Jaya, CW memilih tinggal di hotel lantaran trauma. Ia mengaku pernah kebanjiran saat masih tinggal di rumahnya.

“(Trauma karena) rumah pernah kebanjiran. Rumah (saya pernah) banjir di tahun 2007,” ujar CW di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (16/3).

CW juga mengaku ia memiliki rumah di kawasan Bendungan Hilir dan di Jalan Jaksa, Jakarta Pusat. Selama ia memilih tinggal di hotel, memang tidak ada kendala dana yang dikeluhkan pihak hotel.

“Tadinya tinggal di rumah, habis banjir pindah. Kalau punya duit memang kenapa (tinggal di hotel),” katanya.

Lebih jauh ia mengaku mendapat bantuan dari pihak Gereja, untuk membiayai kehidupannya selama ini. Selain itu CW mengaku sebagai seorang Stigmata (orang yang memiliki keistimewaan dalam agama Katolik).

“Orang gereja yang bantu (biaya hidup saya). Kerjaan saya tradisional, Stigmata, di Katolik ada,” jelasnya.

Seperti diketahui, polisi menemukan anak asuh CW di Le Meridien Hotel pada Rabu (28/2) lalu. CW diketahui telah mengasuh lima anak, yakni RW (14), FA (13), OW (13), EW (10), dan TW (8), sejak 2009 silam.

Kasus ini mencuat karena salah satu anak asuh CW yang berinisial FA berhasil kabur pada April tahun 2017. FA mengaku kerap mendapat penganiayaan dari ibu asuhnya itu.

Saat ini status CW masih sebagai saksi, polisi masih mencari sejumlah keterangan dan barang bukti untuk menentukan proses hukum selanjutnya.