Begini Tugas Tiga Kelompok WNA Pembobol Bank Melalui Skimming

Polisi meringkus pembobol atm nasabah bank melalui skimming.

Jakarta, Sayangi.com – Subdit IV Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil menangkap empat warga Rumania, Hungaria dan satu WNI, terkait dengan kasus skimming atau pencurian data nasabah bank. Diketahui komplotan tersebut sudah membobol 64 negara, dan di Indonesia, mereka berhasil membobol data nasabah Bank BRI.

Para pelaku berhasil diamankan di sejumlah tempat berbeda, diantaranya di De Park Cluster Kayu Putih Blok AB, Serpong. Kemudian di Bohemian Village 1, Serpong, Hotel Grand Serpong, Tangerang, dan di Hotel De’max Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Adapun identitas pelaku yakni, Caitanovici Andrean Stepan (28), Raul Kalai alias Lucian Meagu (28), Ionel Robert Lupu (28) ketiganya adalah Warga Negara Rumania, kemudian Ferenc Hugyec (27) Warga Negara Hungaria, dan seorang WNI bernama Milah Karmilah (30).

Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta mengatakan, kelima tersangka memiliki peran yang berbeda-beda. Mereka ada yang menyediakan spy camera hingga mencari dimana ATM calon korbannya.

“Setelah ada data dari ATM yang dipasang alat. Mereka memindahkan ke kartu sehingga orang memasukkan pin dan kartunya masuk data terekam, baterai untuk mempertahankan kinerja skimmer, komputer, laptop untuk pindahkan data. Hardisk buat pindahkan dari komputer ke hardisk, alatnya dari luar negeri,” ujar Nico di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (17/3).

Sindikat ini, kata Nico, telah beraksi di sejumlah kota seperti di Bali, Jakarta, Yogyakarta dan Lombok sejak Oktober 2017 lalu. Untuk mempersulit penyelidikan polisi, tersangka langsung mentransfer uang tunai ke bentuk Bitcoin.

“Dari memulai penyidikan dari laporan bank, kita kerja sama dengan Bank Indonesia dan perbankan, untuk melakukan pelacakan kedepannya,” terangnya.

Lebih jauh Nico mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat menggunakan ATM. Apabila ada yang dirasa janggal, hendaknya masyarakat memberitahu petugas keamanan di sekitar lokasi ATM.

“Kalo ada orang yang masuk ke ATM sangat lama, bisa panggil Satpam. Kami juga akan melakukan koordinasi dengan kedutaan dan imigrasi. Sudah beberapa kali kita tangkap pelaku dari Hungaria, Rumania, bulan lalu Slovenia, Kroasia, perlu ada kewaspadaan,” tuturnya.

Nico juga menerangkan, selama menjalankan aksinya, sudah miliaran rupiah uang yang berhasil digondol sindikat ini. Namun, untuk barang bukti uang tunai yang berhasil disita polisi, ada sekitar Rp70 juta.

“Dari seluruh kartu masih di dalami,

barang bukti cash Rp70 juta untuk kebutuhan sehari-hari, sisanya ditransfer. Kami kerjasama dengan Bank Indonesia, apakah ada uang yang lari ke luar negeri dan kami juga akan komunikasikan dengan Interpol,” jelasnya.

Selanjutnya, Nico juga menerangkan, pihaknya tidak akan berhenti di lima tersangka tadi. Saat ini pihaknya masih mencari andaikata ada pelaku lain, yang terlibat kasus ini.

“Tim ada yang masih bergerak, tadi pagi masih bergerak mudah-mudahan dapat pelaku lagi. Masih di lapangan, masih dikembangkan,” katanya.

Dari tangan pelaku, polisi turut menyita sejumlah barang bukti seperti 1 Deepskimmer, 1 Encoder, 3 SPY Cam, 1.447 kartu ATM berisi data curian nasabah, 21 kartu ATM Member Card, 4 Kanopi Pin Pet, 6 SD Card, 5 unit Handphone, 19 karet mulut ATM (bezel), 1 laptop, 6 modem, 5 Hardisk, 5 Flasdisk, 2 Cripto Hardware Walet, 2 Double Tip, 5 lem bakar, 3 lem power glue, kabel carger modifikasi, 1 solder, 1 penggaris, 1 DVD, 3 perdana, 3 active speaker modifikasi untuk membawa kartu ATM cloning, 1 bor portable dan sejumlah alat untuk membuat deep skimmer.

Karena aksinya, mereka akan dijerat dengan Pasal 363 KUHP dan atau Pasal 46 juncto Pasal 30 dan Pasal 47 Juncto Pasal 31 ayat (1) dan (2) UU RI No.19 tahun 2016, atas perubahan UU RI No.11 tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 3,4,5 UU RI No.8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.