Pilpres Rusia: Putin Menang 73% Berdasarkan Exit Poll dan Perhitungan Awal

Presiden Putih di tengah pendukungnya di Moskow/foto: freeamericanetwork

Moskow, Sayangi.Com– Presiden Vladimir Putin hampir dipastikan memenangkan Pilpres Rusia yang digelar Minggu (18/3), dan akan memimpin negara tersebut untuk masa jabatan 6 tahun ke depan hingga 2024.

Dikutip dari CNN.com, berdasarkan hasil exit poll  Putin memperoleh 73,9 persen suara, jauh di atas perolehan suara tujuh kandidat lainnya.

Sedangkan Reuters melaporkan, Putin memperoleh sekitar 73 persen suara berdasarkan perhitungan Komisi Pemilihan Umum Rusia hingga Minggu pukul 22.00 waktu Moskow, yang telah menghitung lebih dari 25 persen surat suara. Perkembangan perolehan suara delapan kandidat Pilpres Rusia itu ditayangkan melalui screen layar lebar di kantor Komisi Pemilihan Umum Rusia, di Moskow.

Perolehan suara Putin pada Pilpres 2018 ini meningkat dibandingkan Pilpres tahun 2012, dimana dia menang dengan perolehan 64% suara.

Tujuh kandidat Presiden Rusia lainnya adalah pengusaha Pavel Grudinin yang dicalonkan Partai Komunis Federasi Rusia, Vladimir Zhirinovsky dari Partai Liberal Demokratik Rusia yang sudah 6 kali menjadi capres dan selalu gagal, pakar ekonomi liberal Grigory Yavlinsky dari Partai Demokratik Bersatu Rusia, pakar hukum Sergey dari Partai Russian All-People’s Union (ROS), pengusaha Boris Titov dari Party of Growth, Maxim Suraykin dari Partai Communists of Russia, dan presenter televisi Ksenia Sobchak dari Partai Civic Initiative.

Anggota Komisi Pemilihan Umum Rusia saat menggelar konferensi pers di Moskow, Minggu malam/Reuters

Pavel Grudinin untuk sementara memperoleh sekitar 15 persen suara, disusul Vladimir Zhirinovsky yang memperoleh suara 6,8 persen. Lima kandidat lainnya memproleh suara berkisar diantara nol koma dan satu koma sekian persen.

Putin yang memiliki slogan ‘Presiden kuat, Rusia kuat’, menolak ikut serta dalam debat di televisi dan tidak mempersiapkan materi baru untuk iklan kampanyenya. Dalam beberapa pidatonya ia mengatakan: “Saya yakin program yang saya tawarkan adalah yang benar.”

Selama ini Putin mendapatkan dukungan kuat dari media nasional Rusia yang berperan besar dalam membangun citranya ke publik Rusia. Antara lain sebagai sosok pemimpin yang berhasil memulihkan stabilitas dan kehormatan nasional usai runtuhnya Uni Soviet.

Pemimpin Terlama Setelah Stalin

Vladimir Putin telah menjadi pemimpin Rusia yang dominan sejak tahun 1999, baik sebagai presiden maupun perdana menteri. Ia tercatat sebagai penguasa terlama negara itu, setelah Stalin di masa Uni Sovyet.

Dikutip dari BBC, Vladimir Putin lahir di Leningrad (kini St Petersburg), pada 7 Oktober 1952. Ia kuliah di fakultas hukum, setelah tamat lalu bergabung dengan dinas rahasia KGB, dan pernah menjadi mata-mata di negara komunis Jerman Timur.

Pada Agustus 1999 Putin menjadi perdana menteri Rusia, dan pada 31 Desember 1999 menjadi pejabat presiden setelah Yeltsin mengundurkan diri.

Pada Maret 2000 Putin memenangkan Pilpres dan menjadi Presiden definitif. Tahun 2004 ia terpilih kembali untuk periode kedua. Tahun 2008 Putin tidak ikut Pilpres karena konstitusi Rusia melarang seorang Presiden menjabat tiga periode berturut-turut. Putin pun menjabat Perdana Menteri dari tahun 2008-2012.

Pada Pilpres 2012 Putin kembali mengikuti Pilpres Rusia, menang dengan perolehan suara 64 persen, dan menjadi presiden untuk periode ketiga. Masa jabatan presiden Rusia pun diperpanjang dari 4 tahun menjadi 6 tahun.

Berita Terkait

BAGIKAN