Kevin/Marcus Juara Ganda Putra All England 2018

Kevin/Marcus menjadi ganda putra pertama yang berhasil mempertahankan gelar juara sejak tahun 1996/AFP

Birmingham, Sayangi.Com– Ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Marcus Fernaldi Gideon, sukses mempertahankan gelar juara di turnamen All England 2018.

Dalam babak final di Birmingham, Inggris, Minggu (18/3) malam atau Senin dini hari WIB, Kevin/Marcus menang atas rival utama mereka, Mathias Boe/Carsten Mogensen dari Denmark, dengan dua set langsung 21-18 dan 21-17.

“Senang rasanya bisa merebut gelar bergengsi. Luar biasa bisa juara lagi,” kata Kevin, usai pertandingan, seperti dikutip BBC Indonesia.

Dengan kemenangan ini, Kevin/Marcus menjadi ganda putra pertama sejak tahun 1996 yang berhasil mempertahankan gelar juara di All England. Prestasi terakhir pada tahun 1996 itu ditorehkan ganda putra, Ricky Subagja/Rexy Mainaky.

Fokus dan Minimalkan Kesalahan

Kevin mengatakan, kunci kemenangan di babak final adalah fokus untuk meraih poin demi poin dan meminimalkan kesalahan: “Jangan banyak melakukan kesalahan sendiri. Itu saja sih.”

Hal senada disampaikan Marcus, bahwa dia dan Kevin mencoba untuk tampil tanpa beban meski diakui tidak mudah karena datang sebagai juara bertahan.

“Menikmati pertandingan, jangan ada tekanan. Fokus satu demi satu dan melakukan yang terbaik,” kata Marcus.

Boe/Mogensen memberikan perlawanan gigih, terutama di set kedua, dengan terus menempel ketat perolehan poin Kevin/Marcus hingga kedudukan 17-17. Namun ternyata pasangan Denmark itu terkunci di poin 17 dan tak mampu membendung laju kemenangan pasangan Indonesia.

Pukulan Ajaib Kevin

Boe menyebut Kevin punya pukulan ajaib. “Ada bola yang mestinya tak bisa dikembalikan, tapi Kevin bisa mengembalikan. Itu ajaib,” kata Boe.

Kevin Sanjaya dianggap punya pukulan ajaib, disangka sudah mati tapi ternyata bisa mengembalikan bola/Reuters

Memang beberapa kali dalam turnamen ini Kevin membuat lawan terperangah. Disangka sudah mati dan tak bisa mengembalikan bola, tapi bola justru tiba-tiba kembali. Pemain Inggris Gaby Adcock menjuluki Kevin sebagai ‘pemain ajaib’.

Kevin menjelaskan tidak ada yang istimewa dari pukulannya: “Itu reflek saja.”

Pelatih ganda putra, Herry Iman Pierngadi, mengatakan keberhasilan Kevin/Marcus mempertahankan gelar juara membuktikan bahwa keduanya memang istimewa, baik dari aspek fisik maupun mental.

Ia mengatakan gelar juara yang diraih tahun lalu di turnamen ini sangat berpengaruh terhadap kepercayaan diri Kevin/Marcus, yang mendorong keduanya panen gelar sepanjang 2017.

“Ujian pemain itu di antaranya adalah All England. Yang lain adalah Olimpiade dan kejuaraan dunia. Kalau sudah juara All England, tingkat kepercayaan diri pasti meningkat pesat,” kata Herry.

Kepada BBC Indonesia, Rexy mengatakan sejak awal dirinya sudah yakin Kevin/Marcus akan bisa mengikuti jejak dirinya.

Kelebihan Kevin/Marcus, menurut Rexy, adalah tingkat konsentrasi yang sangat tinggi di lapangan: “Secara mental mereka juga tahu apa yang dilakukan di lapangan. Mereka stabil, tak mudah goyah.”

Pemain Terbaik 2017

Prestasi Kevin/Marcus meroket sejak juara di All England pada 2017. Selain sukses di Birmingham, pasangan ini tampil di 11 turnamen superseries dan sembilan kali masuk babak final.

Dari sembilan final, Kevin/Marcus menyabet tujuh gelar juara, yaitu di Birmingham, India, Malaysia, Jepang, Cina, Hong Kong, dan di Dubai. Prestasi ini memecahkan rekor yang dicatat pasangan Korea Selatan, Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong pada 2015.

Tak mengherankan jika badan bulutangkis dunia, BWF, menobatkan Kevin/Marcus sebagai pemain terbaik 2017, yang membuat keduanya kaget karena gelar itu biasanya selalu diraih oleh pemain tunggal.