Tiga Tahun Beroperasi, Delapan Pelaku Pemalsu Materai Raup Keuntungan Hingga Rp6 Miliar

Polisi memperlihatkan tersangka dan barang bukti kasus pemalsuan materai.

Jakarta, Sayangi.com – Subdit II Fiskal, Moneter dan Devisa (Fismondev) Ditreskrimsus Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus pemalsuan materai. Adapun materai yang dipalsukan dengan dua nominal, yakni Rp3.000 dan Rp6.000.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini tidak lepas dari koordinasi polisi dengan Dirjen Pajak. Pasalnya, pihak Dirjen Pajak menemukan kejanggalan, dari penurunan penerimaan pajak di kantor pos.

“Dirjen Pajak menemukan penerimaan pajak dari kantor pos ada penurunan. Ditemukan adanya pemalsuan materai, dijual dengan harga murah Rp1.500 harganya, ada interval harga disitu,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (20/3).

Argo juga menjelaskan, bahwa dalam kasus ini pihaknya berhasil mengamankan delapan pelaku. Mereka berinisial D, H, IS, AS, AF, A, PA dan Z.

Diutarakan Argo, adapun modus yang digunakan para pelaku adalah dengan cara menjual materai melalui toko online dan blog. Polisi yang mengetahui aksi para pelaku akhirnya berhasil menjebaknya, dengan cara berpura-pura transaksi.

“Dilakukan pengecekan keaslian di kantor Peruri selaku penerbit materai. Ternyata materai tersebut palsu dan bukan materai yang diterbitkan oleh Peruri,” katanya.

Mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur ini juga menjelaskan, bahwa bisnis haram pelaku sudah berjalan selama tiga tahun terakhir. Dari bisnis ini, pelaku berhasil mengantongi keuntungan lebih dari Rp6 miliar.

“Satu Rim materai palsu didapat seharga Rp10 juta kemudian dijual dengan harga normal Rp30 juta per rim. Sehingga mereka mendapat keuntungan Rp20 juta untuk satu rim nya,” jelasnya.

Dalam kasus ini, polisi turut menyita sejumlah barang bukti seperti 63.800 keping materai 6.000 palsu, sebuah mobil Datsun Go, satu unit printer, satu unit alat scan. Selain itu, sejumlah buku rekening yang berisi uang hasil transaksi kejahatan pelaku juga turut diamankan.

Karena perbuatannya, para tersangka akan dikenakan Pasal 13 Undang-undang No 13 tahun 1985, tentang Bea Materai Juncto Pasal 257 KUHP tentang pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan hukuman paling lama 15 tahun penjara.

Berita Terkait

BAGIKAN