Fahri Hamzah: Awalnya Saya Tidak Terpikirkan Akan Laporkan MSI ke Polisi

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah/Foto: Sayangi.Com

Jakarta, Sayangi.com – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan, bahwa dirinya telah menceritakan urutan peristiwa hingga memutuskan untuk melaporkan Presiden PKS, Sohibul Iman. Semuanya telah diceritakan Fahri pada penyidik saat pemeriksaan lanjutan hari ini, Rabu (21/3).

Awalnya, lanjut Fahri, ia telah mencoba menghubungi Sohibul terkait pernyataannya melalui Twitter. Namun Sohibul tidak menggubris hal itu dan justru mengacuhkannya.

“Saya kemudian membuat pernyataan bahwa sudah saya memberikan waktu 24 jam. Tapi ternyata saudara MSI (Muhammad Sohibul Iman) tidak membuat klarifikasi terhadap pernyataan itu,” ujar Fahri di Mapolda Metro Jaya, Jakarta.

Tidak hanya sekali Fahri mencoba mengklarifikasi kembali pernyataan tersebut. Katanya, hal itu dilakukan Fahri karena kebaikan bersama, juga demi kebaikan partai.

Akan tetapi, tanggapan dan klarifikasi tidak kunjung diberikan oleh Sohibul Iman. Akhirnya, Fahri beserta tim akhirnya berdiskusi dan melaporkan Sohibul ke polisi.

“Maka tanggal 8 pagi, saya (menuliskan) twit, kalau nggak salah sebelum Subuh saya twit. Dengan perasaan berdebar, saya pagi ini akan melakukan sesuatu, saya tidak akan kebayang melakukannya yaitu melaporkan saudara MSI,” tuturnya.

Klarifikasi via media sosial, kata Fahri, merupakan langkah terakhir yang ditempuh pihaknya untuk menghubungi Sohibul. Pasalnya, pasca dilantik sebagai Presiden PKS, praktis mereka tidak pernah berkomunikasi lagi.

“Jadi jangankan klarifikasi, silaturahim, tabayyun, malah orang dilarang ketemu saya. Akhirnya karena dia pernyataan di media, dibaca masyarakat umum, saya bikin klarifikasi lewat twitter saja,” tuturnya.

Bukan hanya membatasi, sambung Fahri, Sohibul juga meminta kader PKS untuk tidak berkomunikasi dengannya. Apalagi setelah ada pernyataan yang menyinggungnya, Fahri mengaku kesabarannya sudah mencapai batas.

“Kan dia malah membuat kader supaya tidak ketemu saya, kan itu masalahnya. Karena ini harus langsung mengklarifikasi tuduhannya kepada saya, karena tuduhan itu berat,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah akhirnya memenuhi janjinya untuk datang ke Mapolda Metro Jaya, Kamis (8/3). Kedatangan Fahri sendiri untuk membuat laporan, yang dialamatkan ke Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman.

Fahri juga mengaku reputasinya dihancurkan oleh Sohibul, karena ia kerap dituding sebagai pembangkang aturan partai. Padahal menurutnya, apa yang ia lakukan selama ini demi menjaga marwah dan kehormatan PKS.

“Maka saya mengambil tindakan hukum demi untuk menyelamatkan partai ya, menyelamatkan loyalitas kader. Tentu ada hubungannya dengan pribadi saya, karena yang dituduh berbohong dan pembangkang itu saya,” ujar Fahri, Kamis (8/3) lalu.

Laporan itu diterima dengan nomor, LP/1265/III/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus per tanggal 8 Maret 2018 pukul 15.15 WIB. Atas laporan itu, Sohibul terancam dikenakan Pasal 27 Ayat 3 dan Pasal 43 Ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 311 KUHP dan atau 310 KUHP.