Di Amerika Bendera Malaysia Dikira Bendera Bersimbol ISIS

Ilutrasi Bendera Malaysia Foto Getty Image
Ilutrasi Bendera Malaysia Foto Getty Image

Cihita,Sayangi.com- Organisasi Serikat Kebebasan Rakyat Sipil Amerika (ACLU) mengajukan tuntutan hukum terhadap Asosiasi Pegawai Spirit Boeing (SBEA) atas nama pria Malaysia bernama Munir Zainal.

Kejadian ini berpangkl seorang anggota SBEA melarang Munir yang bekerja sebagai insinyur penerbangan mengadakan acara untuk perayaan Hari Kemerdekaan Malaysia di Amerika Serikat di sebuah gedung milik asosiasi. Hal ini lantaran ada bendera Malaysia mirip bendera Amerika yang ditambahi simbol kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Mereka menuding Munir dan tamu undangannya membawa bendera ISIS dan menggelar acara berkaitan dengan ISIS di bangunan milik SBEA.

ACLU menyebut tindakan asosiasi itu ‘sangat rasis dan mendiskriminasi agama tertentu.’ Bendera Malaysia dipasang dalam sebuah acara perayaan di Wichita, Negara Bagian Kansas, September lalu. Tamu-tamu yang hadir juga sebagian memakai hijab.

Seperti dilansir laman the Straits Times, Kamis (22/3). “Setelah perayaan itu, SBEA melaporkan Zainal kepada tim keamanan dengan menyebut Zainal berhubungan dengan terorisme Islam radikal. SBEA juga menuding Zaenal menggunakan properti SBEA untuk mengadakan acara pertemuan ISIS,” kata pernyataan ACLU.

Biro Penyelidik Federal sudah menangani kasus ini dan membebaskan Munir dari segala tuduhan pada Oktober tahun lalu. Namun SBEA masih tetap menyelidiki kemungkinan pelanggaran dilakukan Munir dan memotong tunjangan kerjanya.

Hal ini menyebabkan ACLU mengajukan tuntutan terhadap SBEA dengan menuding asosiasi itu rasis dan melakukan diskriminasi agama terhadap Munir.

“Kasus ini membuat Munir mengalami stres dan cemas,” kata pernyataan ACLU. Munir yang merupkan warag negra Malaysia tinggal di Cihita bersama istri dan dua anak kecilnya sejak 2011.