Polisi Razia Sejumlah Supermarket yang Mendapat Distribusi dari PT. PRS

Razia makanan kemasan yang dilakukan Polres Jakarta Barat di Food Hall Mall Lippo, Kembangan, Jakarta Barat.

Jakarta, Sayangi.com – Polres Metro Jakarta Barat kembali melakukan razia makanan kemasan di Food Hall Mall Lippo, Kembangan, Jakarta Barat. Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut digerebeknya pabrik penampungan makanan kadaluwarsa beberapa waktu lalu.

Kanit Krimsus Polres Jakarta Barat AKP Erick Sitepu mengatakan, Food Hall Mall Lippo diketahui beberapa kali menerima produk dari PT. PRS (Pandawa Rezeki Semesta). Diketahui PT. PRS merupakan pabrik penampung makanan kadaluwarsa.

“(Tempat ini) kami jadikan sample. Karena berdasarkan keterangan, tersangka pernah memasukan barangnya ke Supermarket tersebut,” ujar Erick ketika dihubungi wartawan, Jumat (23/3).

Razia ini, kata Erick, dilakukan pihaknya sekaligus untuk sosialisasi agar pihak supermarket turut berperan aktif, agar makanan yang telah memasuki masa tenggang untuk ditarik. Apalagi diketahui, PT. PRS diketahui telah menyalurkan sejumlah produknya ke supermarket besar di Jakarta.

“Kami cek apakah barang-barang masih dijual atau sudah ditarik. Ternyata sudah tidak ada,” tuturnya.

Erick juga mengatakan, pada razia ini polisi juga menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta. BPOM dilibatkan untuk memeriksa produk-produk, khususnya produk yang berasal dari luar negeri.

“Mengenai hasil razia, tidak ditemukan sama sekali produk dari PT. PRS yang sudah kadaluwarsa,” terangnya.

Lebih jauh Erick juga menerangkan, pihaknya tidak hanya merazia produk kadaluwarsa di Food Hall Lippo Kembangan. Polisi bersama BPOM juga turut merazia sejumlah produk di Jakarta Fruit Market Greenville.

“Untuk di sana (Jakarta Fruit Market Greenville), sama seperti sebelumnya, petugas tidak mendapati barang kreasi PT. PRS,” pungkasnya.

Seperti diketahui, PT. PRS merupakan perusahaan yang memalsukan tanggal kadaluwarsa produk makanannya, meraup untung hingga Rp6 miliar per bulan. Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan, perusahaan ini beroperasi sejak 2014 lalu.
Dalam praktiknya, karyawan perusahaan menganti label masa kadaluwarsa produk. Produknya sendiri mayoritas diimpor dari Australia dan Amerika.