106 Penumpang di Jerman Telantar Tiga Hari Lantaran Pilot Mabuk

Foto Youtube
Foto Youtube

Stuttgart,Sayangi.com- Dinas Kepolisian Jerman, telah mengamankan seorang kopilot maskapai penerbangan Portugal di Stuttgart pada Sabtu (24/3).

Hal ini lantaran Kopilot itu diketahui berada dalam kondisi sangat mabuk pada Jumat (23/3/2018) malam. Pilot yang tengah mabuk tersebut telah menelantarkan l06 penumpang yang akan terbang ke Lisabon.

Salah satu pegawai bandara melihat kopilot maskapai Portugalia Airlines saat berjalan tersandung dan dari mulutnya berbau seperti alkohol. Lantas pegawai tersebut segera melaporkan kondisi yang bersangkutan kepada otoritas bandara.

Sebelum pesawat sempat lepas landas, polisi sempat masuk ke kokpit dan menemukan pilot berusia 40 tahun itu dalam keadaan mabuk berat.

Portugalia Airlines merupakan anak perusahaan dari maskapai nasional TAP Air Portugal. Terkait Pilotnya yang mabuk juru bicara Tap mengatakan “Kami membuka penyelidikan dan mengambil tindakan yang diperlukan,”.

Dilansir dari news.com.au (26/3) Perusahaan penerbangan ini juga meminta maaf kepada penumpang atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Sementara, jaksa Stuttgart di Jerman langsung menangguhkan lisensi terbang pilot. Jaksa di wilayah ini juga menetapkan uang jaminan senilai 10.000 euro atau Rp 170,3 juta.

Penumpang yang seharuskan terbang ke Portugal pada Jumat harus mengalami penundaan hingga Senin (26/3/2018). Maskapai juga telah menyediakan hotel untuk mengakomodasi penumpang yang terdampak sehingga tidak harus menunggu di bandara hingga besok.

Kejidian diatas bukan pertama kalinya seorang pilot mencoba menerbangkan pesawat penumpang dalam kondisi mabuk. Pada tahun 2016, pilot di Kanada dan Indonesia tidak diizinkan menerbangkan pesawat karena dicurigai dalam keadaan mabuk.

Tahun lalu, pilot di Amerika Serikat dilaporkan berhasil menerbangkan dan mendaratkan pesawat penumpang dengan tingkat alkohol melebihi batas legal. Setelah mendarat, Pilot dan kru pesawat pun ditangkap sementara sang pilot dijatuhi hukuman 16 tahun penjara.