AS Kukuhkan Lembaga Konsumen Penyelidikan atas Pengawasan Privasi Facebook

Foto Rhyl Journal
Foto Rhyl Journal

Washington, Sayangi.com– Komisi Perdagangan Federal atau FTC Amerika mengatakan Senin (26/3)waktu setempat, tengah menyelidiki pengawasan privasi dari media sosial raksasa Facebook.

Langkah ini dilakukan setelah ada laporan bahwa data pribadi puluhan juta pengguna Facebook di-salahgunakan oleh perusahaan Inggris, Cambridge Analytica. Dilansir dari theguardian.com (27/3) Pengumuman lembaga konsumen itu membuat harga saham Facebook turun 2 persen lagi. Harga saham yang setelah anjlok 14 persen minggu lalu, membuat nilai pasar perusahaan itu berkurang sebesar $90 miliar.

FTC biasanya tidak mengumumkan penyelidikannya, tetapi mengukuhkan penyelidikan itu setelah sejumlah laporan pekan lalu memberitakan penyelidikan itu sedang berlangsung.

Penjabat kepala perlindungan konsumen, Tom Pahl mengatakan, “FTC secara tegas dan bertekad penuh menggunakan semua usahnya untuk melindungi privasi konsumen.

Usaha terpenting yang dilakukan di antaranya adalah tindakan penegakan hukum terhadap perusahaan yang gagal memenuhi janji privasi mereka,” termasuk kepatuhan terhadap kesepakatan privasi bersama AS-Eropa. “Atau terlibat dalam tindakan tidak adil yang menyebabkan kerugian substansial pada konsumen serta melanggar” perlindungan konsumen AS.

Praktik privasi Facebook sedang dipertanyakan di kedua sisi setelah terungkap bahwa Cambridge Analytica mendapat informasi tentang pengguna Facebook dari peneliti Inggris, Alexsandr Kogan.

Orang inilah yang diberi wewenang oleh Facebook untuk mengumpulkan data sebagai bagian dari sebuah studi akademis di bidang psikologi. Kogan mengembangkan sebuah aplikasi di mana 270.000 pengguna Facebook memberikan informasi tentang diri mereka.