Kapolri Beri Penghargaan Kepada Tim Pengungkap Kasus Sabu 1,6 Ton

Kapolri memberikan penghargaan kepada sejumlah polisi yang menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 1,6 ton. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Kapolri Jenderal Pol Muhammad Tito Karnavian memberikan penghargaan kepada tim gabungan yang telah menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 1,6 ton. Seperti diketahui sebanyak 197 anggota Polri dan jajaran Bea Cukai berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sabu di perairan Batam, Kepulauan Riau.

Penghargaan ini beragam bentuknya, salah satunya adalah pemberian pin emas dan piagam Kapolri. Selain itu, sejumlah anggota Polri juga diberikan penghargaan kenaikan pangkat luar biasa.

Sejumlah anggota Polri juga ada yang diberikan promosi jabatan sebagai Kapolres. Ada juga anggota Polri yang diberikan pendidikan untuk kenaikan golongan.

Disampaikan Kapolri, keputusan pemberian penghargaan sesungguhnya sudah ditandatangani sejak Februari lalu. Namun, Polri harus mengecek siapa saja anggotanya yang memang layak mendapat penghargaan.

“Ada yang ikut betul dari hari pertama, ikut memata-matai di pantai itu. Tapi ada juga yang ikut cuma mengantar makanan mau minta penghargaan,” ujar Tito di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (27/3).

Tito juga meminta jajarannya, khususnya Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto untuk memverifikasi siapa saja yang pantas mendapat penghargaan. Jangan sampai penghargaan justru diberikan ke pihak yang salah.

“Polri tidak mau buru-buru memberikan penghargaan Kenaikan Pangkat Luar Biasa. Untuk yang perwira kita kasih kesempatan sekolah, ada juga yang promosi jabatan,” katanya.

Selain itu, dalam kesempatan ini Polri juga akan mengadakan program Anugerah Jurnalistik Polri tahun 2018. Adapun tema yang diangkat dalam lomba karya jurnalistik ini adalah ‘Bersama Polri, Wujudkan Pilkada Damai 2018’.

Ditempat yang sama, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo mengatakan, pihaknya mengapresiasi langkah Polri dalam penyelenggaraan anugerah jurnalistik ini. Apalagi, anugerah seperti ini baru pertama kali diselenggarakan Polri.

“Baru kali ini Polri buat anugerah jurnalistik. Apalagi tema yang diambil tentang Pilkada ya, karena bukan tidak mungkin semua perhatian wartawan tahun ini masuk ke hiruk pikuk politik,” katanya.